Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh meminta agar gerakan perubahan yang diusung partainya tak lagi dibentur-benturkan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Permintaan tersebut disampaikan saat dirinya melantik pengurus DPP Petani NasDem di Jakarta.
Pelantikan Pengurus dan Kedaulatan Pangan
Surya Paloh melantik struktur kepengurusan DPP Petani NasDem periode 2026-2029 di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (22/10). Dalam kesempatan itu, dia memerintahkan sayap organisasi partainya tersebut untuk ikut menjadi motor penggerak proyek kedaulatan pangan nasional.
Menurut Paloh, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk kemajuan bangsa. Petani NasDem diminta untuk menyatukan Gerakan Perubahan menuju Asta Cita Presiden Prabowo, seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Tiga Program Prioritas Petani NasDem
Ketua Umum DPP Petani NasDem, Arif Rahman, menyatakan organisasinya akan ikut menjawab masalah kemiskinan yang dihadapi petani dan nelayan. Untuk mewujudkannya, Petani NasDem telah menyiapkan tiga program prioritas bagi petani, nelayan, dan masyarakat di sekitar hutan.
Program pertama adalah pembangunan demonstration plot atau demplot pertanian terintegrasi seluas minimal dua hektare di 38 provinsi. Demplot ini dirancang sebagai sarana pengembangan potensi pertanian daerah, pencarian akses pasar sebelum masa tanam, serta penguatan ekosistem bisnis.
Hasil produksi dari program tersebut nantinya juga akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis serta pasar ekspor. Program kedua yaitu mengawal pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih melalui dorongan budidaya ikan nila dan lele menggunakan sistem bioflok di setiap demplot.
Sementara program ketiga adalah pembentukan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus. Melalui program ini, pihaknya mendorong akses legal bagi masyarakat untuk mengelola lahan di kawasan hutan tanpa merusak kelestarian lingkungan dengan mengembangkan komoditas seperti kopi, porang, aren, madu hutan, serta peternakan terpadu.








