Daftar Isi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pekerjaan normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan turap berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim hujan.
Penanganan Terintegrasi dan Wilayah Rawan Banjir
Pramono mengatakan, kawasan Mampang dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya berupa cekungan. Hujan dengan intensitas sekitar 100 milimeter per hari berpotensi memicu genangan hingga banjir di sejumlah titik.
Dalam rangka mengurangi risiko tersebut, Pemprov DKI Jakarta melakukan penanganan secara terintegrasi. Upaya itu mencakup pembangunan embung serta pembenahan Kali Mampang dan Kali Krukut yang terhubung dalam sistem aliran menuju Kanal Banjir Barat.
Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Pramono menjelaskan bahwa pembenahan dilakukan dari ujung dengan memanfaatkan embung-embung yang telah dibangun sebelumnya, serta memperbaiki pertemuan antara Kali Mampang dan Kali Krukut. Dia mengatakan penanganan tersebut diharapkan dapat mengurangi volume banjir di kawasan Mampang dan sekitarnya, meskipun potensi banjir masih tetap ada.
Progres Pengerukan dan Pemeliharaan Turap
Hingga saat ini, pengerukan Kali Mampang telah mengangkat sekitar 4.393 meter kubik sedimentasi, dengan sisa pekerjaan sekitar 14.727 meter kubik sedimentasi. Sementara itu, pengerukan Kali Krukut telah mengangkat sekitar 8.507,3 meter kubik sedimentasi, dan menyisakan sekitar 142.692,7 meter kubik.
Pengerukan kedua sungai tersebut ditujukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir di kawasan Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pancoran. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat.
Di samping pengerukan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pemeliharaan turap di dua lokasi, yakni Kali Mampang di Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter dan Kali Krukut di Kompleks Canadiyanti sepanjang 241,7 meter.
Pramono menuturkan bahwa pembenahan sungai dilakukan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan, bukan hanya menangani satu titik genangan. Dia menambahkan, normalisasi sungai menjadi bagian dari persiapan Jakarta menghadapi peningkatan curah hujan, termasuk pembenahan di Sungai Ciliwung, Cakung Lama, Angke, serta saluran air di berbagai wilayah.
Dukungan DPRD DKI Jakarta
Dalam peninjauan tersebut, Pramono mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pekerjaan normalisasi dan menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan DPRD DKI Jakarta agar program penanganan kawasan dapat terlaksana secara bertahap.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengendalian banjir melalui pengerukan sungai dan pembenahan infrastruktur. Dia meyakini permasalahan banjir di ibu kota dapat diselesaikan secara bertahap melalui koordinasi yang baik dan perencanaan matang.








