Pemenang kategori indah dalam ajang Benyamin S Award (BSA) 2026, Lurah Kelapa Gading Timur Nani, menyatakan bahwa penyelenggaraan ajang tersebut menjadi pemicu semangat bagi para lurah. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol semata, melainkan dorongan untuk bekerja lebih giat.
Dorongan Semangat dan Model Kolaborasi
“[BSA] memicu semangat kita supaya bisa lagi bahwa lomba ini bukan hanya sekedar simbolis saja, tetapi lomba ini yang membuat kita supaya lebih lagi giat,” ujar Nani setelah menghadiri acara penganugerahan BSA 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (30/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Nani menilai kategori-kategori yang ada dalam BSA membuka peluang untuk berkolaborasi dengan banyak pihak. Ia mengusulkan penerapan model pentahelix, yang menggabungkan kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
“Nanti akan kita bisa kolaborasikan secara pentahelix bersama dengan masyarakat dan jajarannya sesuai dengan visi dari Bapak Gubernur kita, yaitu menjadikan Jakarta global yang nyaman dan humanis,” tutur Nani.
Kunci Kemenangan dan Penyelenggaraan BSA
Pendekatan kolaboratif tersebut telah ia praktikkan selama mengikuti rangkaian kegiatan BSA. Nani menyampaikan bahwa keberhasilan Kelurahan Kelapa Gading Timur meraih kategori indah didukung penuh oleh sinergi berbagai elemen.
“Berkat kebersamaan dari warga dan seluruh elemen masyarakat, jajaran semuanya, Bapak Walikota, Bapak Camat dengan jajarannya, semua CSR (Corporate Social Responsibility), dan unsur masyarakat semuanya, RT, RW,” tambah Nani.
Nani tercatat sebagai salah satu dari tiga pemenang Benyamin S Award 2026 yang menerima penghargaan secara langsung dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ajang BSA ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah Setda sebagai bentuk apresiasi kepada para lurah di seluruh wilayah DKI Jakarta yang sukses meningkatkan kualitas wilayah masing-masing.








