Metropolitan

DKI Jakarta Gelar Benyamin S Award 2026 Hari Ini

DKI Jakarta Gelar Benyamin S Award 2026 Hari Ini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah kembali menggelar ajang penghargaan Benyamin S Award 2026. Acara yang merupakan penyelenggaraan kedua setelah tahun 2025 ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10).

Tujuan dan Tahapan Penilaian Benyamin S Award 2026

Benyamin S Award diselenggarakan untuk memberikan apresiasi kepada para lurah di seluruh Provinsi DKI Jakarta yang sukses meningkatkan kualitas wilayah masing-masing. Ajang ini menjadi bentuk penghargaan bagi kelurahan yang berkomitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram Biro Kerja Sama Daerah DKI Jakarta, sebanyak 52 kelurahan peserta telah diserahkan pada akhir Agustus lalu. Jumlah tersebut merupakan perwakilan dari 10 kelurahan di tiap kota administrasi serta 2 kelurahan dari kabupaten di wilayah DKI Jakarta.

Panitia telah menjalankan rangkaian penilaian yang diawali secara daring pada pekan pertama dan kedua September 2026. Penilaian tersebut dilanjutkan pada pekan ketiga dan keempat September 2026 untuk menyaring 52 kelurahan menjadi 27 kelurahan.

Per 15 Oktober lalu, sebanyak 10 lurah berhasil lolos sebagai finalis dan mengikuti babak penilaian presentasi di Jakarta Pusat pada Kamis (15/10) pagi. Rangkaian acara ini dibuka dengan arahan dari Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

“Ini tahun kedua pelaksanaan dari BSA dan ini salah satu program unggulan dari Bapak Gubernur ya, yang kita harapkan ini tentu menjadi salah satu pintu masuk bagaimana Jakarta masuk jadi kota global,” ujar Nirwono.

Mengembalikan Semangat Gotong Royong dan Identitas Lokal

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia Endra S Atmawidjaja menyatakan bahwa Benyamin S Award menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kebiasaan gotong royong.

“Gotong-royong, itu yang kita kembalikan, kita hidupkan lagi ke depan. Saya kira itu pesan yang kita bisa dapat dari BSA,” kata Endra.

Sebagai salah satu juri, Endra menyebut Jakarta mempunyai potensi yang luar biasa dalam memadukan status kota global dengan identitas lokal yang kuat. Identitas tersebut perlu dibangun bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam babak presentasi, sepuluh lurah finalis memaparkan program serta inovasi unggulan mereka yang mencakup kategori bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Endra menilai para lurah telah menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang baik melalui orkestrasi di tingkat mikro.

“Yang diperlihatkan oleh para lurah dengan leadership-nya itu sebuah orkestrasi yang bagus ya, sebuah wujud dari collaborative urban governance pada skala mikro,” ucap Endra.

Konsep tata kelola pemerintahan kolaboratif atau collaborative urban governance tersebut, lanjut Endra, dikenal di Indonesia sebagai gotong royong. Ia menilai inisiatif ajang ini layak direplikasi oleh daerah lain di tingkat Rukun Warga, kelurahan, kecamatan, hingga wali kota.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Tona Hutauruk menambahkan, wujud gotong royong tercermin dalam pelaksanaan festival Benyamin S Award di sepuluh kelurahan finalis yang tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pendanaan tersebut murni hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta melalui pembiayaan kreatif.

“Tercermin kekompakan, partisipasi aktif masyarakat dan ini merupakan nilai plus bersumber dari creative financing, mengajak warga dan mitra untuk bersama-sama melaksanakan festival dengan creative financing,” tutur Tona.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *