Nasional

Mahasiswa Gelar Demo Serentak di Tiga Kota Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran

Mahasiswa Gelar Demo Serentak di Tiga Kota Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran
Daftar Isi
  1. Aksi di Jakarta dan Pengamanan Aparat
  2. Unjuk Rasa di Yogyakarta dan Sorotan Isu Bencana
  3. Pengamanan Unjuk Rasa di 33 Titik Makassar

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar menggelar aksi unjuk rasa secara serentak pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi demonstrasi ini bertepatan dengan peringatan dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Aksi di Jakarta dan Pengamanan Aparat

Di Jakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama massa mahasiswa dijadwalkan melancarkan aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, mulai pukul 15.00 WIB. Ketua BEM UI, Yathalathof Imawan, menyatakan bahwa salah satu desakan utama massa adalah meminta pemerintah menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional.

Selain itu, massa menuntut pemulihan kesehatan warga terdampak serta pencabutan izin korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas krisis lingkungan tersebut. Menurut Yathalathof, meski sempat ada perbincangan mengenai isu ijazah Wapres Gibran hingga wacana pemakzulan, massa memilih untuk memfokuskan tenaga pada penderitaan masyarakat di daerah, khususnya terkait biaya hidup yang semakin mahal dan masalah kesejahteraan.

Tuntutan lain yang disuarakan meliputi perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi guna mengembalikan kepercayaan pasar, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, pemberantasan praktik KKN yang marak, serta penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang dinilai terlalu mahal dengan akses yang merata.

Menjelang aksi tersebut, aparat kepolisian memperketat pengamanan di sejumlah stasiun commuter line dan gerbang Tol Merak-Jakarta. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat adalah hak warga negara yang wajib dihormati dan difasilitasi. Pengamanan melibatkan ribuan personel yang terdiri dari 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemda DKI Jakarta, serta 170 personel Pamdal.

Unjuk Rasa di Yogyakarta dan Sorotan Isu Bencana

Di Yogyakarta, ribuan peserta aksi menggeruduk kantor DPRD DIY sejak Selasa siang. Massa yang datang secara bergantian dari berbagai elemen, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Eksekutif Mahasiswa UII, menyampaikan kritik tajam terhadap penanganan bencana oleh pemerintah yang dinilai tidak serius, mulai dari penanganan bencana di Sumatra, gempa di NTT, hingga karhutla.

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti lambatnya respons pemerintah terhadap karhutla yang membuat masyarakat hidup dalam kecemasan. Kekecewaan massa semakin bertambah akibat munculnya dugaan korupsi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Oktober 2026 terkait penyalahgunaan Dana Siap Pakai (DSP) darurat.

Mahasiswa UII juga membawa sejumlah tuntutan tambahan, di antaranya evaluasi total penanggulangan karhutla, percepatan pemulihan korban, moratorium dan transparansi program strategis nasional seperti MBG dan KDMP, serta transparansi subsidi BBM. Mereka juga menuntut perbaikan komunikasi Presiden agar tidak merendahkan rakyat, perampingan kabinet demi efisiensi anggaran, penghentian militerisme di ranah sipil, serta penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu.

Ketua DPRD DIY Nuryadi sempat menemui massa dan berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat. Aksi di Yogyakarta dilaporkan berlangsung secara kondusif di bawah pengawasan ratusan personel kepolisian.

Pengamanan Unjuk Rasa di 33 Titik Makassar

Sementara itu, di Makassar, Sulawesi Selatan, aparat mengerahkan tiga ribu personel gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait untuk mengamankan demonstrasi yang tersebar di 33 titik. Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar Ahmad, seperti dilaporkan CNN Indonesia, mengungkapkan bahwa titik aksi meliputi kantor sementara DPRD Sulsel di Jalan AP Pettarani, kawasan jembatan flyover, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, serta sejumlah titik di depan kampus.

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk menghindari ruas jalan yang menjadi lokasi konsentrasi massa guna mencegah kemacetan dan kepadatan lalu lintas.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *