Nasional

Klarifikasi Raffi Ahmad dan Sari UBSI Soal Acara Sumpah Pemuda

Klarifikasi Raffi Ahmad dan Sari UBSI Soal Acara Sumpah Pemuda
Daftar Isi
  1. Klarifikasi dan Permintaan Maaf Raffi Ahmad
  2. Penjelasan Sari Putri Soal Almamater UBSI
  3. Tanggapan Polda Metro Jaya

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad buka suara terkait kehadirannya pada acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Jakarta pada Kamis (29/11). Acara tersebut sebelumnya mendapat sorotan publik setelah terungkap bahwa mahasiswa yang hadir bukan berstatus mahasiswa asli.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Raffi Ahmad

Melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya, Raffi menyatakan bahwa kehadirannya dalam acara kepemudaan tersebut memenuhi undangan. Ia menegaskan datang dengan niat tulus serta iktikad baik tanpa maksud merendahkan atau mencederai semangat perjuangan generasi muda, sebagaimana dijelaskan oleh pihak penyelenggara.

Raffi turut menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul di tengah masyarakat pascalelaksanaan acara tersebut. Peristiwa ini, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran berharga agar dirinya bisa lebih berhati-hati serta teliti dalam mengambil langkah ke depan.

“Sebagaimana telah dijelaskan oleh Polda Metro Jaya selaku penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Saya datang dengan niat yang tulus dan iktikad yang baik tanpa niat merendahkan apalagi mencederai semangat perjuangan generasi muda,” kata Raffi.

“Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Penjelasan Sari Putri Soal Almamater UBSI

Di sisi lain, seorang perempuan bernama Sari Putri turut melayangkan permohonan maaf terkait polemik penggunaan almamater berlogo Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam deklarasi tersebut. Permohonan maaf itu disampaikan lewat video yang diunggah di akun Instagram @kbm_ubsi.dws pada Minggu (1/11).

Sari menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan mahasiswa aktif UBSI. Ia menjelaskan bahwa almamater yang dipakainya dalam acara itu didapat dari pemberian orang tak dikenal, dan bukan merupakan identitas resminya sebagai mahasiswa kampus tersebut.

“Pada kesempatan kali ini, atas nama saya Sari Putri, saya memohon maaf kepada seluruh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) atas polemik yang terjadi terkait penggunaan almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI,” kata Sari.

Sari menyadari tindakannya telah memicu kesalahpahaman serta mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut, sehingga ia menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya dan siap bertanggung jawab. Ia juga menegaskan segala tindakan serta pernyataannya tidak mewakili sikap maupun kepentingan resmi dari civitas akademika UBSI.

Tanggapan Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas pemberitaan yang menyita perhatian masyarakat luas terkait penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangan resmi pada Sabtu (31/10).

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *