Metropolitan

Polisi Kepung Kampung Bahari Pakai KRL untuk Narkoba

Polisi Kepung Kampung Bahari Pakai KRL untuk Narkoba
Daftar Isi
  1. Pengerahan Ribuan Personel dan Dampak Perjalanan KRL
  2. Barang Bukti dan Perlawanan di Lokasi
  3. Pengejaran Bandar dan Pembenahan Kawasan

Pemandangan tidak biasa terlihat di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/1/2026) pagi ketika aparat kepolisian datang menggunakan kereta rel listrik (KRL). Aparat gabungan bergerak dari berbagai arah untuk menyisir lapak-lapak yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika dalam operasi pemberantasan narkoba.

Pengerahan Ribuan Personel dan Dampak Perjalanan KRL

Operasi penggerebekan tersebut melibatkan sekitar 1.800 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Brimob. Sebagian petugas datang menggunakan kereta luar biasa (KLB) rute Jakarta Kota-Tanjung Priok, sementara personel lainnya tiba menggunakan kendaraan termasuk sepeda motor.

Vice President Corporate Communication KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, perjalanan kereta yang membawa aparat tersebut berlangsung sekitar pukul 06.25 WIB. Pengoperasian KLB ini merupakan hasil koordinasi antara kepolisian dan KAI Commuter.

Menurut Karina seperti dilaporkan Liputan6.com, perjalanan tersebut tidak berdampak pada perjalanan reguler Commuter Line menuju Tanjung Priok. Kendati demikian, proses penggerebekan sempat memicu kerumunan warga di sekitar rel yang mengakibatkan tiga perjalanan Commuter Line rute Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan antara 4 hingga 19 menit.

Barang Bukti dan Perlawanan di Lokasi

Di kawasan Kampung Bahari, petugas gabungan melakukan penyisiran secara serentak dari berbagai sisi. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan pelibatan sejumlah instansi dilakukan untuk memastikan operasi menjangkau seluruh titik sasaran.

“Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, ya, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” ujar Bismo kepada wartawan seperti dimuat Liputan6.com.

Dalam operasi itu, petugas sempat menghadapi perlawanan yang diduga bertujuan mengalihkan perhatian aparat dari target sasaran. Meski demikian, penyisiran tetap dilanjutkan di berbagai titik. Petugas mengamankan 26 orang serta menyita barang bukti berupa ratusan gram sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, mesin pencetak ekstasi, senjata tajam, senjata api, bong, serta uang tunai yang ditemukan bersama ganja.

“Kemudian ada mesin, mesin pencetak ekstasi, ya. Kemudian ada sajam dan bong, ya, peralatan-peralatan yang digunakan untuk penyalahgunaan narkoba,” kata Bismo, yang menambahkan bahwa uang tunai tersebut diduga berkaitan dengan hasil penjualan narkoba.

Pengejaran Bandar dan Pembenahan Kawasan

Bismo menegaskan bahwa penindakan ini tidak berhenti pada penangkapan orang-orang di lokasi, melainkan akan terus dilanjutkan untuk menelusuri lapak transaksi dan memburu bandar yang mengendalikan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto juga memastikan para bandar yang melarikan diri saat penggerebekan akan terus dikejar karena polisi telah mengantongi identitas serta data mereka.

“Untuk yang target memang mereka, eh, melarikan diri. Tapi kita sudah ada datanya. Dia tidak akan bisa bekerja, dia tidak akan lari ke mana, pasti akan kami kejar,” ungkap Dadang kepada wartawan.

Dadang menilai penegakan hukum saja belum cukup untuk mencegah kawasan tersebut kembali menjadi tempat persembunyian pelaku, sehingga diperlukan pembenahan lingkungan melalui penataan kawasan dan pembersihan bangunan liar. Ia berharap pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lain bersungguh-sungguh menyelesaikan persoalan di Kampung Bahari dengan pendekatan serupa penataan di Kampung Ambon agar kawasan itu tidak lagi menjadi tempat aman bagi bandar maupun pengguna narkoba.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *