Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, belum sepenuhnya padam dengan sekitar 40 hektare area terbakar masih menyisakan titik api. Tim gabungan terpaksa menggelar selang sepanjang tiga kilometer guna mengalirkan air menuju kawasan rawa gambut yang sulit dijangkau.
Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan tim gabungan berhasil memadamkan api di area sekitar 10,2 hektare pada Jumat, 23 Oktober 2026, berdasarkan estimasi pemantauan dan evaluasi lapangan. Kebakaran yang melanda sejak 22 September 2026 tersebut kini menyisakan sekitar 40 hektare lahan yang belum padam seperti dilaporkan Liputan6.com.
Berton menjelaskan, proses pemadaman terkendala medan yang berat, vegetasi yang rapat dan kering, serta embusan angin kencang. Jarak sumber air yang mencapai 1,5 kilometer dari titik api juga mengharuskan petugas memperpanjang jangkauan distribusi air menggunakan selang.
Selain itu, karakteristik lahan gambut membuat bara api dapat bertahan di bawah tanah dan kembali menyala meskipun permukaan atasnya tampak sudah padam. Sebanyak 350 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan dan dibagi menjadi empat tim untuk memantau titik api lewat drone, memadamkan rawa gambut, menyalurkan air, serta melakukan pemadaman lanjutan.
Penyiraman Udara dan Modifikasi Cuaca
Melalui udara, helikopter Sikorsky Black Hawk UH-60L menjalankan dua sortie penerbangan water bombing dengan prioritas di titik B, titik D, serta kawasan rawa gambut. Namun, rapatnya vegetasi menghambat air dari udara mencapai permukaan tanah secara optimal.
Di samping itu, operasi modifikasi cuaca dilakukan pada Jumat (23/10) menggunakan pesawat Cessna Caravan yang menaburkan dua ton garam atau natrium klorida dalam dua sortie penyemaian awan, yang memicu turunnya hujan ringan di wilayah TNWK dan Kabupaten Lampung Barat. Namun, upaya tersebut tidak bisa dilanjutkan ketika kondisi atmosfer tidak lagi menyediakan awan potensial yang memenuhi syarat.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau lokasi kebakaran dari udara pada Sabtu (24/10/2026) dan mendapati sejumlah titik api masih mengeluarkan asap tebal. Kristomei menyebutkan bahwa pengerahan pasukan darat telah diatur berdasarkan wilayah operasi dan penggunaan selang sepanjang tiga kilometer dinilai cukup efektif untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses, sehingga cakupan operasi pemadaman akan diperluas.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








