Dunia

Demokrat Kuasai DPR dan Senat AS Usai Pemilu Sela

Demokrat Kuasai DPR dan Senat AS Usai Pemilu Sela
Daftar Isi
  1. Pergeseran Peta Politik di Senat dan DPR
  2. Hasil Pemilihan Gubernur dan Faktor Kunci Kemenangan
  3. Dampak Terhadap Pemerintahan dan Sikap Trump

WASHINGTON D.C. — Partai Demokrat berhasil merebut kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat Amerika Serikat setelah mencatatkan kemenangan besar pada pemilihan umum paruh waktu. Hasil pemilu sela yang melumpuhkan dominasi Partai Republik di sejumlah negara bagian basis tersebut menjadi pukulan politik signifikan bagi Presiden Donald Trump.

Pergeseran Peta Politik di Senat dan DPR

Dalam persaingan memperebutkan kursi Senat, Partai Demokrat mengamankan setidaknya enam kursi tambahan untuk memegang posisi mayoritas. Seperti dilaporkan BBC News Indonesia, keberhasilan ini diwarnai pergeseran peta politik di wilayah-wilayah yang selama puluhan tahun dikuasai Partai Republik. Di Kansas, Adam Hamilton mencatatkan kemenangan Senat pertama bagi Demokrat sejak 1932. Sementara di Texas, James Talarico menundukkan Ken Paxton sekaligus mengakhiri rekor kekalahan 38 tahun Demokrat dalam pemilihan tingkat negara bagian.

Kemenangan lain diraih oleh Annie Andrews di South Carolina yang mengalahkan Darline Graham, sosok penunjuk usai wafatnya Senator Lindsey Graham. Di Maine, kandidat Demokrat Troy Jackson menumbangkan petahana lima periode dari Partai Republik, Susan Collins. Selain itu, kursi Senat Iowa berhasil direbut oleh atlet Paralimpiade Josh Turek dari Joni Ernst, Sherrod Brown mengamankan kemenangan di Ohio atas Jon Husted, dan Abdul El-Sayed diproyeksikan mengungguli Mike Rogers di Michigan.

Dominasi Partai Demokrat juga berlanjut ke perebutan kursi DPR AS. Untuk pertama kalinya sejak 2022, Demokrat diproyeksikan menguasai mayoritas DPR dengan perolehan 245 kursi, berbanding 166 kursi milik Partai Republik. Keunggulan tersebut ditopang oleh kemenangan di Texas, Pennsylvania, North Carolina, Iowa, Kentucky, Colorado, serta proyeksi keunggulan di Virginia dan Indiana.

Hasil Pemilihan Gubernur dan Faktor Kunci Kemenangan

Persaingan pada tingkat gubernur turut mencatatkan kejutan besar. Gina Hinojosa dari Partai Demokrat berhasil menggulingkan petahana Greg Abbott yang sebelumnya diunggulkan di Texas. Di Georgia, Keisha Lance Bottoms mencatatkan sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang terpilih menjadi gubernur di AS.

Kemenangan luas Partai Demokrat didorong oleh melonjaknya partisipasi pemilih kulit hitam di wilayah selatan AS serta kembalinya dukungan pemilih Hispanik. Pemilih Hispanik di kawasan perbatasan Texas-Meksiko dan Florida menyumbang peran penting dalam mempertahankan serta merebut kursi DPR. Strategi penataan ulang daerah pemilihan oleh Partai Republik di Texas pun gagal membuahkan tambahan kursi yang diharapkan.

Meski demikian, Partai Republik masih mencatatkan sejumlah keberhasilan terbatas. Byron Donalds terpilih sebagai gubernur kulit hitam pertama di Florida, Ashley Moody mengamankan kursi Senat di negara bagian tersebut dengan selisih suara tipis, serta kandidat Republik berhasil mempertahankan posisi gubernur di Vermont dan New Hampshire.

Dampak Terhadap Pemerintahan dan Sikap Trump

Keberhasilan menguasai Kongres memberi ruang bagi Partai Demokrat untuk menghambat berbagai agenda kebijakan Trump dan membuka peluang penyelidikan terhadap jajaran pemerintahannya, hingga berpotensi memicu upaya pemakzulan ketiga. Kondisi ini berbalik dibanding awal 2025 ketika Trump mulai menjabat dengan dukungan penuh Kongres.

Saat memberikan keterangan kepada CBS, Trump menyatakan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan dengan anggota Kongres dari Partai Demokrat karena enggan menghabiskan sisa dua tahun masa jabatannya hanya untuk menolak rancangan undang-undang. Kendati demikian, ia kemudian mengunggah foto topi bisbol merah bertuliskan “veto” di platform Truth Social.

Trump juga menegaskan bahwa namanya tidak tercantum pada surat suara pemilu sela kali ini, sembari menilai Partai Republik akan menang telak jika ia ikut bertarung. Hasil pemilu sela ini menjadi penanda kekecewaan publik terhadap serangkaian kebijakan imigrasi, perdagangan, serta aksi militer terhadap Iran yang dijalankan pemerintahan Trump selama dua tahun terakhir.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *