Pengerjaan rehabilitasi enam ruang kelas di SDN 102049 Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, kini telah mencapai 90 persen. Proyek pemulihan pascabencana yang didanai melalui alokasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026. Penanganan ini dilakukan agar para siswa yang selama renovasi harus belajar di posko dapat segera kembali menikmati fasilitas kelas yang memadai.
Progres Pembangunan dan Hambatan di Lapangan
Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Muhammad Arfan Saragih, menjelaskan bahwa perbaikan sekolah ini masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana daerah. Pengerjaan mencakup perbaikan sedang hingga berat pada enam ruang kelas beserta penyediaan mebel dengan total anggaran sekitar Rp1,49 miliar.
Hal tersebut disampaikan Arfan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra pada Sabtu (31/10/2026). “Kita ini proyeksikan pertengahan November bisa 100 persen,” kata Arfan seperti dilaporkan detikcom.
Kepala SDN 102049 Tanjung Beringin, Lela Hemayanti Lubis, menuturkan bahwa proses perbaikan sarana belajar di sekolahnya sudah dimulai sejak Senin (14/9). “Saya lihat pekerjaan cukup lancar dan semoga bisa segera digunakan ruang kelasnya,” ujar Lela.
Selain SDN 102049, pemulihan juga menyasar SDN 102048 Tanjung Beringin yang mendapat alokasi anggaran sekitar Rp1,49 miliar untuk pembangunan enam ruang kelas baru. Namun, hasil evaluasi mencatat progres di lokasi tersebut baru mencapai 25 persen. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan didorong untuk menyusun skema percepatan mingguan bersama pihak penyedia jasa guna mengejar target ketercapaian.
Antisipasi Risiko Banjir dan Penguatan Fasilitas
Kedua sekolah tersebut membutuhkan penanganan tambahan agar terhindar dari ancaman banjir di masa mendatang. Pada SDN 102049, perhatian difokuskan pada perbaikan sarana sumur bor serta pemenuhan kebutuhan ruang pendukung. Sementara pada SDN 102048, pembenahan difokuskan pada sistem drainase, sanitasi, pembenahan halaman, hingga peninggian struktur bangunan dan akses masuk sekolah.
Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Marsma TNI Ridha Hermawan, memberikan apresiasi atas pemanfaatan tambahan dana TKD oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk pemulihan sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyinkronkan penanganan di daerah.
“Tentunya dari Satgas juga berupaya untuk menyinergikan dengan program yang dimiliki oleh Kemendikdasmen,” tutur Ridha.
Kabupaten Serdang Bedagai menerima alokasi tambahan TKD bidang pendidikan sebesar Rp17,61 miliar dari total alokasi TKD daerah yang mencapai Rp226,28 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pemulihan 13 Sekolah Dasar yang mengalami kerusakan sedang, mencakup rehabilitasi fisik, pengadaan sarana mebel dan alat praktik, hingga pembenahan utilitas sekolah.
Tenaga Ahli Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) Kemendikdasmen, Jamjam Muzaki, meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk mencatat secara menyeluruh kebutuhan sarana yang belum tertangani. “Sekolah lain yang diidentifikasi ulang masih ada kekurangan, termasuk juga mungkin untuk penataan lingkungan agar anak-anak lebih nyaman di sekolah,” pungkas Jamjam.
Data inventarisasi tersebut akan menjadi acuan dalam pengajuan dukungan anggaran susulan kepada Kemendikdasmen, sembari mengawal penyelesaian proyek yang sedang berjalan dan penguatan pelindung fisik sekolah dari potensi risiko banjir.
Sumber: Berita - Detikcom








