Pesawat komersial Korean Air Lines Flight 007 atau KAL 007 pernah menjadi sasaran tembak jet tempur Uni Soviet pada tahun 1983. Tragedi tersebut terjadi akibat pesawat itu memasuki kawasan udara terlarang di tengah memanasnya masa Perang Dingin.
Penyimpangan Jalur Penerbangan
Berdasarkan informasi dari laman Association for Diplomatic Studies & Training (ADST) seperti diberitakan detikcom, peristiwa bermula pada 1 September 1983 ketika KAL 007 lepas landas dari Anchorage, Alaska, dengan tujuan akhir Seoul, Korea Selatan. Penerbangan tersebut mengudara sekitar 15 menit berselang dari jadwal pesawat saudara sejalurnya, yakni KAL 015.
Di tengah perjalanan, KAL 007 mengalami penyimpangan jalur penerbangan komersial yang seharusnya atau jauh dari rute yang ditargetkan. Akibat penyimpangan tersebut, pesawat masuk ke wilayah kedaulatan udara Uni Soviet di kawasan Asia Timur Laut.
Respons Militer dan Konfirmasi Tragedi
Menanggapi kehadiran pesawat asing di wilayah mereka, militer Uni Soviet langsung menerjunkan pesawat tempur pencegat. Stasiun pemantau radio di Pulau Hokkaido, Jepang, berhasil merekam komunikasi antara pilot pencegat Uni Soviet dan pengendali di darat yang ditutup dengan kalimat, “The target is destroyed”.
Akibat serangan tersebut, KAL 007 jatuh ke perairan Laut Jepang. Sementara itu, pesawat KAL 015 berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Kimpo, Seoul, sedangkan KAL 007 gagal mencapai tujuannya.
Pihak kedutaan bersama pemerintah baru dapat memastikan insiden penembakan tersebut setelah melakukan pengumpulan dan analisis rekaman radio pemantau selama beberapa jam. Seluruh penumpang beserta awak kabin yang totalnya berjumlah 269 orang dipastikan tidak ada yang selamat.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengecam tindakan penembakan tersebut sebagai tindakan kejam. Peristiwa tragis ini berimbas pada semakin memburuknya ketegangan hubungan politik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era Perang Dingin.
Sumber: Berita - Detikcom








