Kriminal

Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya Saat Tolong Siswi SMP

Lansia di Lamongan Tewas Dianiaya Saat Tolong Siswi SMP

Seorang warga lanjut usia berinisial R yang berusia 65 tahun meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan. Peristiwa tragis tersebut bermula saat korban berupaya menolong seorang siswi sekolah menengah pertama yang diduga hendak menjadi korban pemerkosaan di Lamongan.

Kronologi Penganiayaan Berujung Maut

Seperti dilaporkan detikcom, kejadian ini sempat viral di media sosial setelah rekaman dan informasi terkait peristiwa tersebut beredar luas di tengah masyarakat. Perkara ini bermula manakala terduga pelaku berinisial S yang berusia 34 tahun diduga berniat melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap korban anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP.

Anak perempuan tersebut diketahui merupakan keponakan dari S sendiri. Ketika insiden berlangsung, korban sempat berteriak kencang guna meminta pertolongan warga sekitar, sehingga memancing perhatian R yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Korban R langsung bergerak untuk menyelamatkan siswi tersebut. Berkat pertolongan itu, anak perempuan itu berhasil melepaskan diri dan kabur guna mencari bantuan lebih lanjut. Kendati demikian, tindakan mulia R justru berbalik menjadi malapetaka karena dirinya malah dijadikan sasaran amukan dan penganiayaan oleh S.

Penyelidikan Polisi dan Pengejaran Pelaku

Akibat serangan fisik yang dialaminya, R mengalami luka-luka parah dan harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit selama kurang lebih satu pekan lamanya. Akan tetapi, takdir berkata lain, nyawa R tidak berhasil diselamatkan setelah berjuang memulihkan kesehatannya. Sementara itu, pelaku S dilaporkan langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara usai menganiaya korban.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, mengonfirmasi bahwa jajaran kepolisian telah menindaklanjuti laporan resmi yang masuk terkait tindak pidana tersebut. Saat ini, aparat penegak hukum sedang mengintensifkan proses penyelidikan sekaligus memburu keberadaan terduga pelaku untuk segera ditangkap.

“Nggeh, sudah ada dan sudah kami lakukan proses penyelidikan serta upaya penangkapan terhadap terduga pelaku,” ujar Hamzaid sewaktu dikonfirmasi detikcom pada Rabu (28/10).

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *