Teknologi

IDMC 2026 Bahas Strategi Media Bertahan di Era AI dan Kreator Konten

IDMC 2026 Bahas Strategi Media Bertahan di Era AI dan Kreator Konten

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyelenggarakan ajang Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 untuk menata ulang strategi jurnalisme dan mencari model bisnis berkelanjutan di tengah disrupsi kecerdasan buatan (AI). Konferensi yang mengangkat tema mengenai masa depan media siber ini berlangsung selama dua hari di Surabaya mulai Rabu.

Tantangan Kepercayaan Publik dan Disrupsi Teknologi

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyatakan bahwa industri media saat ini dihadapkan pada tantangan berat berupa perkembangan teknologi AI, menjamurnya kreator konten, serta merosotnya kepercayaan publik terhadap berita. Berdasarkan data survei Reuters Institute yang dia sampaikan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi berita tercatat berada di angka 33 persen.

Kondisi tersebut menuntut perusahaan media untuk mengevaluasi kembali proses produksi, metode distribusi, serta cara pembiayaan berita. Di tengah persaingan ketat dengan platform digital dan kreator konten, Wahyu menyebutkan bahwa media wajib mempertahankan keunggulan utamanya melalui penyajian fakta, proses verifikasi yang ketat, serta standar kerja jurnalistik yang tinggi demi menjaga kredibilitas.

Lebih lanjut, Wahyu memaparkan lima agenda strategis bagi masa depan industri media. Agenda tersebut meliputi pendefinisian ulang jurnalisme berbasis fakta dan verifikasi, penguatan posisi media sebagai penghubung masyarakat, perumusan model bisnis yang sesuai dengan karakter perusahaan, penggalakan kolaborasi antarmedia, serta penguatan peran asosiasi untuk menumbuhkan kembali kepercayaan publik.

“Media merupakan bagian dari ekonomi kreatif sekaligus bagian penting dari demokrasi,” ujarnya seperti dilaporkan Liputan6.com.

Melalui penyelenggaraan konferensi ini, ia berharap lahir berbagai gagasan serta langkah nyata agar karya jurnalistik senantiasa relevan, tepercaya, dan memiliki landasan bisnis yang kuat.

Ruang Kolaborasi Pemangku Kepentingan

Ketua Panitia IDMC 2026, Rachmadin Ismail, menjelaskan bahwa konferensi tersebut melibatkan banyak pihak mulai dari pengelola media, akademisi, perusahaan teknologi, agensi, pelaku usaha, hingga unsur pemerintah. Topik pembahasan selama acara mencakup struktur kepemilikan media, model bisnis, perkembangan teknologi AI, komunikasi krisis, hingga relasi antara pemerintah dan media.

Rachmadin menuturkan, ajang ini berfungsi sebagai wadah memperluas jaringan serta membuka peluang kerja sama bagi para pelaku industri. Pertemuan tersebut diharapkan mampu mendorong perusahaan media dalam memperkuat konten, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat proses transformasi bisnis.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pembukaan acara, di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, serta pengurus pusat dan daerah AMSI.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *