Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membahas penguatan kerja sama bilateral dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo di Tokyo Metropolitan Government pada Selasa (27/10). Pembahasan tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato.
Fokus Revitalisasi dan Kebudayaan
Topik kerja sama yang dibahas mencakup kebudayaan dan transportasi, mulai dari pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, pengembangan komunitas kreatif, hingga transportasi perairan dan penggunaan bus ramah lingkungan, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Kemitraan kota kembar antara Jakarta dan Tokyo sendiri telah terjalin sejak 23 Oktober 1989.
Pertemuan ini dinilai krusial karena Jakarta sedang menggiatkan revitalisasi kawasan Kota Tua dengan menjaga nilai sejarah serta budayanya agar semakin menarik bagi masyarakat. Jakarta ingin mempelajari pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka dari Tokyo.
“Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha,” kata Rano kepada CNN Indonesia.
Selain kawasan bersejarah, Jakarta berencana memperkuat pengelolaan museum sebagai ruang edukasi dan kegiatan kebudayaan yang mudah diakses. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan terkait koleksi, pameran, teknologi digital, dan program yang menarik generasi muda.
Jakarta juga menjajaki kerja sama untuk mendukung komunitas kreatif dengan merujuk pada pengalaman Tokyo melalui Arts Council Tokyo. Upaya ini sejalan dengan ambisi Jakarta memperkuat posisi sebagai Kota Sinema dalam pengembangan industri perfilman dan pariwisata.
Pengembangan Transportasi Publik
Pada sektor transportasi, Jakarta berkeinginan meningkatkan konektivitas perairan menuju Kepulauan Seribu demi mendukung mobilitas warga, distribusi barang, dan pariwisata. Pengalaman Tokyo dalam mengelola transportasi air yang aman dan terintegrasi menjadi acuan penting.
“Kami ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam pengelolaan transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, termasuk kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, serta integrasi antarmoda,” ucap Rano.
Lebih lanjut, Jakarta menaruh minat pada pengembangan transportasi publik ramah lingkungan melalui pemanfaatan bus hidrogen dan bus listrik. Pertukaran pengetahuan ini akan menjadi acuan bagi Jakarta dalam mengkaji operasional, pasokan energi, hingga infrastruktur pengisian daya.
Melalui pertemuan tersebut, kemitraan yang telah berjalan lebih dari tiga dekade ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi serta perwujudan kota yang berkelanjutan.








