Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Seribu melaksanakan penyekatan secara serentak di berbagai dermaga penyeberangan wilayah Kepulauan Seribu, Rabu (28/10/2026). Langkah pengamanan bersama tim gabungan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa maupun elemen pelajar yang berencana menuju Jakarta guna mengikuti unjuk rasa.
Penyekatan Ketat di Seluruh Titik Keberangkatan
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Wikha Ardilestanto menyatakan, kegiatan preventif ini bertujuan menjaga agar kawasan perairan Kepulauan Seribu tidak dipakai oleh pihak-pihak yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di ibu kota. Pemeriksaan dan penyekatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres di Dermaga Utama Pulau Pramuka.
Dalam menjalankan tugasnya, Kapolres didampingi oleh Kabag Ops Kompol Yunizar, Kasat Intelkam AKP Gogor Ristanto, Kasat Reskrim AKP Santri Dirga Setadatri, Kasat Polairud Iptu Putu Suryo Pebriantoro, Kasat Binmas AKP Agus Wartono, dan Kapolsek Kepulauan Seribu Utara AKP Budi Hernawan. Operasi pengawasan ini menjangkau dua kecamatan sekaligus, yakni Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan.
Di wilayah Kepulauan Seribu Utara, pengawasan ketat oleh jajaran Pospol dan Bhabinkamtibmas diberlakukan di Dermaga Utama Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Sabira, serta Pulau Panggang. Sementara itu, pemeriksaan penumpang di wilayah Kepulauan Seribu Selatan dipusatkan di Dermaga Utama dan Pelabuhan Dishub Pulau Tidung di bawah kendali Kanit Samapta Polsek KSS Aipda Muhaimin.
Pelabuhan utama lainnya di wilayah selatan juga dijaga ketat, meliputi Pelabuhan Utama Pulau Lancang yang dikendalikan Aiptu Rudi, Pelabuhan Utama Pulau Pari di bawah kendali Aiptu Abdul Majid, serta Dermaga Utama Pulau Untung Jawa yang dikendalikan Aipda Faizal.
Sinergi Lintas Instansi dan Hasil Pengawasan
Pelaksanaan penyekatan ini mengandalkan kerja sama lintas instansi dengan mengerahkan personel gabungan dari unsur Polri, TNI-AL, dinas perhubungan (Dishub), Satpol PP, pemadam kebakaran, jajaran kecamatan dan kelurahan, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Menurut AKBP Wikha, petugas mengutamakan metode yang humanis dan dialogis selama melakukan pemeriksaan di seluruh titik keberangkatan kapal penumpang maupun dermaga tradisional. Upaya tersebut ditujukan untuk memantau pergerakan kelompok massa sekaligus mencegah penyusupan kelompok rentan ke Jakarta.
Berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan maraton di seluruh dermaga perairan tersebut, petugas tidak mendapati adanya keberangkatan kelompok massa pengunjuk rasa maupun pelajar. Kepolisian memastikan pergerakan kelompok rentan ataupun anarko menuju daratan Jakarta berada pada posisi nihil.
Seluruh rangkaian kegiatan penyekatan di dermaga penyeberangan berlangsung tertib, lancar, dan kondusif berkat kerja sama antar-instansi serta pendekatan dialogis di lapangan, sementara aktivitas pelayaran penyeberangan maupun kegiatan masyarakat pesisir tetap berjalan normal.
Sumber: Berita - Detikcom








