Olahraga

Harry Kane Raih Ballon d’Or, Akhiri Dahaga 25 Tahun Inggris

Harry Kane Raih Ballon d’Or, Akhiri Dahaga 25 Tahun Inggris
Daftar Isi
  1. Pencapaian Bersejarah dan Apresiasi untuk Kapten Inggris
  2. Rekor Ketajaman Gol yang Mengagumkan
  3. Mendobrak Tren Tanpa Gelar Utama
  4. Persaingan Menuju Ballon d’Or Berikutnya

Penyerang Bayern Munich, Harry Kane, resmi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or dalam seremoni penghargaan yang berlangsung di London. Pencapaian pemain berusia 33 tahun tersebut sekaligus mengakhiri dahaga gelar pesepak bola asal Inggris selama 25 tahun, sejak Michael Owen meraihnya pada 2001 lalu.

Pencapaian Bersejarah dan Apresiasi untuk Kapten Inggris

Kane menjadi pesepak bola kelima asal Inggris yang memenangkan penghargaan individual paling beregu di dunia sepak bola tersebut. Sebelumnya, deretan nama legendaris seperti Stanley Matthews pada 1956, Bobby Charlton pada 1966, serta Kevin Keegan pada 1978 dan 1979 telah lebih dulu mengukir sejarah. Jika menghitung kawasan Britania Raya secara keseluruhan, hanya ada dua nama lain yang pernah merengkuh gelar ini, yakni Denis Law asal Skotlandia pada 1964 dan George Best asal Irlandia Utara pada 1968.

Dalam pemungutan suara Ballon d’Or tahun ini, Kane mengungguli penyerang Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, yang harus puas di peringkat kedua. Sementara itu, bintang muda Barcelona dan timnas Spanyol, Lamine Yamal, menduduki posisi ketiga.

Saat memberikan keterangannya kepada DAZN, Kane menuturkan perjalanan panjang kariernya hingga mampu meraih trofi bergengsi tersebut. “Tak banyak orang yang membayangkan ini bisa terjadi. Bahkan mungkin saya sendiri tidak pernah membayangkan bisa sampai sejauh ini,” kata Kane.

“Saya harus melalui banyak pasang surut, terutama pada awal karier saya. Saya bukan sosok yang sejak awal diprediksi akan menjadi superstar seperti beberapa pemain muda saat ini. Saya harus bersabar dan bekerja keras. Berkali-kali saya harus berjuang melawan keraguan dalam diri sendiri. Saya harus melewati semuanya dengan keyakinan, tekad, dan kepercayaan diri. Itulah yang membuat saya tetap membumi ketika akhirnya mencapai level tertinggi, sekaligus terus mendorong diri untuk berkembang dan menjadi lebih baik,” tuturnya menambahkan.

Keberhasilan Kane menuai pujian dari manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, yang menyebut momen ini sebagai sebuah kehormatan besar. Apresiasi juga datang dari Pangeran William yang memuji mantan penggawa Tottenham Hotspur tersebut sebagai kapten luar biasa dan pemain yang sangat istimewa. Untuk merayakan momen bersejarah ini, lengkungan Stadion Wembley bahkan dihiasi lampu berwarna emas pada Senin malam.

Rekor Ketajaman Gol yang Mengagumkan

Keberhasilan Kane tidak lepas dari performa individunya yang luar biasa sepanjang musim 2025-2026. Bersama Bayern Munich, ia mencatatkan 61 gol dalam 51 pertandingan di seluruh kompetisi, yang merupakan torehan gol terbanyak oleh seorang pemain Bayern dalam satu musim sepanjang sejarah klub. Jika ditambahkan dengan penampilannya membela timnas Inggris, total kontribusinya mencapai 73 gol dan delapan assist dari 65 laga.

Ketajaman Kane di level klub membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga dengan 36 gol, unggul 17 gol dari pesaing terdekatnya. Ia juga mengoleksi 14 gol di ajang Liga Champions, 10 gol di Piala Jerman—termasuk mencetak tiga gol saat Bayern menang 3-0 atas Stuttgart di partai final—serta satu gol pada laga Piala Super Jerman. Di level klub, capaian 61 gol dalam satu musim ini menjadi yang tertinggi di lima liga top Eropa sejak Cristiano Ronaldo mengukir catatan serupa untuk Real Madrid 11 tahun lalu.

Dalam rentang sejarah liga-liga top Eropa, catatan 73 gol Kane dalam satu musim penuh bersama klub dan negara berada tepat di bawah rekor Lionel Messi yang membukukan 82 gol untuk Barcelona dan Argentina pada musim 2011-2012. Catatan Kane tersebut melampaui raihan Gerd Müller (72 gol), Cristiano Ronaldo (66 gol), Ronaldo Nazario (66 gol), Erling Haaland (64 gol), dan Luis Suarez (64 gol).

Mantan penyerang Inggris, Alan Shearer, seperti dilaporkan BBC Sport, sempat menilai Kane sangat layak memenangkan trofi Ballon d’Or lantaran statistik luar biasa yang ditunjukkannya dalam 12 hingga 18 bulan terakhir. Pandangan serupa disampaikan mantan pemain timnas Inggris lainnya, Danny Murphy, yang menyebut Kane sebagai penyerang tengah terbaik di dunia saat ini.

Mendobrak Tren Tanpa Gelar Utama

Kemenangan Kane terbilang unik karena ia mampu memenangkan Ballon d’Or meski Bayern Munich gagal membawa pulang gelar juara Liga Champions maupun Piala Dunia, setelah terhenti di babak semifinal pada kedua ajang tersebut. Kane tercatat hanya merengkuh dua gelar domestik di Jerman sepanjang musim lalu.

Sejak aturan Ballon d’Or diperluas untuk pemain dari luar Eropa pada 1995, pemenang penghargaan pada tahun penyelenggaraan Piala Dunia umumnya berasal dari tim nasional juara dunia. Dalam dua dekade terakhir, ini baru kelima kalinya Ballon d’Or jatuh kepada pemain yang tidak memenangi Piala Dunia, Liga Champions, atau turnamen antarnegara kawasan pada musim yang sama—pencapaian yang sebelumnya hanya mampu diukir oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Selain itu, Kane menjadi pemain Bayern Munich pertama yang memenangkan Ballon d’Or dalam kurun waktu 45 tahun terakhir, setelah Karl-Heinz Rummenigge meraihnya pada 1981.

Persaingan Menuju Ballon d’Or Berikutnya

Meski baru saja menerima penghargaan, perhatian publik kini mengarah pada persaingan Ballon d’Or tahun depan. Kane mengawali musim baru dengan performa impresif setelah mencetak 10 gol dari 12 laga awal bersama Bayern Munich, serta enam gol dalam empat laga UEFA Nations League bersama Inggris.

Namun, Kane dipastikan mendapat perlawanan ketat dari Lamine Yamal dan Kylian Mbappe. Yamal mengawali musim dengan torehan 10 gol dan 10 assist dari 13 laga bersama Barcelona. Jika mampu merebutnya tahun depan, Yamal akan memecahkan rekor Ronaldo Nazario sebagai pemenang Ballon d’Or termuda sepanjang sejarah pada usia 20 tahun. Di sisi lain, Mbappe juga mengincar gelar pertamanya setelah mengemas 14 gol dalam 13 laga awal musim ini bersama klub dan timnas Prancis.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *