Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membantu pembangunan dua flyover atau jalan layang di wilayahnya. Permintaan tersebut disampaikan guna mengatasi kemacetan lalu lintas serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak.
Lokasi Pembangunan Jalan Layang
Tri Adhianto menyatakan bahwa kerja sama antar-daerah diperlukan karena suatu wilayah tidak mungkin menyelesaikan masalahnya sendiri, mengutip dari Liputan6.com. Pernyataan itu diungkapkannya usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (26/10/2026).
Menurut Tri, dua lokasi yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan jalan layang tersebut berada di kawasan Perumahan Kemang Pratama dan simpang Pasar Bantargebang. Kedua titik itu sering dilanda kemacetan, salah satunya disebabkan oleh aktivitas truk pengangkut sampah yang menuju TPST Bantargebang.
Pembangunan flyover di dua titik tersebut bertujuan untuk menghindari simpang sebidang agar perjalanan kendaraan menjadi lebih lancar. Selain itu, fasilitas itu juga dinilai berpotensi meminimalkan penggunaan bahan bakar minyak.
Belum Masuk MoU dan Harapan Fiskal
Tri mengakui bahwa rencana pembangunan dua jalan layang tersebut belum tercantum di dalam nota kesepahaman kerja sama pengelolaan sampah yang baru saja dibahas bersama Pemprov DKI Jakarta. Meski demikian, pihaknya tetap menaruh harapan dengan melihat kemampuan fiskal Pemerintah DKI Jakarta.
Sebagai perbandingan, Tri menyinggung proyek pembangunan infrastruktur sebelumnya seperti flyover Rawa Panjang. Menurutnya, pembangunan tersebut berkaitan dengan upaya memperlancar distribusi sampah dari Jakarta agar pergerakannya tidak mengalami hambatan di jalan.
Ia menambahkan bahwa pengajuan tersebut merupakan bentuk harapan dan doa, sembari menunggu kepastian realisasi dari pihak Pemprov DKI Jakarta.
Sumber: Liputan6.com News








