Hukum & Kriminal

Kapolri Usut Kebakaran KMP Batumandi di Pelabuhan Merak

Kapolri Usut Kebakaran KMP Batumandi di Pelabuhan Merak

Kepolisian Negara Republik Indonesia memulai proses penyelidikan untuk mengusut penyebab pasti insiden kebakaran kapal motor penumpang (KMP) Batumandi di alur masuk penyeberangan Pelabuhan Merak, Banten, pada Selasa (20/10).

Pendalaman Faktor Teknis dan Unsur Kesengajaan

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa jajaran Korpolair Baharkam Polri diterjunkan untuk mendalami pemicu kebakaran tersebut, baik dari aspek teknis maupun nonteknis.

“Kita Polri, Korpolair nanti akan juga turun untuk membantu penyelidikan, apakah ini terjadi karena faktor-faktor teknis atau ada nonteknis,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (21/10).

Suyudi menyampaikan bahwa penyelidikan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak tertentu yang sengaja memicu kejadian tersebut.

“Sehingga kita betul-betul bisa melihat lebih lebih jauh lagi, karena tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin sengaja melakukan sebuah upaya yang tidak baik,” tuturnya.

Evakuasi Penumpang dan Kronologi Peristiwa

Dalam insiden ini, Basarnas Banten mencatat Tim SAR gabungan telah mengevakuasi seluruh penumpang dan kru KMP Batumandi yang berjumlah 460 orang. Seluruh korban yang terdiri dari 420 penumpang dan 40 kru kapal berhasil diselamatkan. Meski demikian, sebanyak 11 orang di antaranya harus dirujuk ke RS Krakatau Medika, Cilegon, guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, KMP Batumandi berangkat dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB menuju Pelabuhan Merak. Kapal kemudian melaporkan adanya titik api di kamar mesin kepada Vessel Traffic Service Operator (VTSO) Merak pada pukul 16.15 WIB, saat berada di alur masuk penyeberangan dengan koordinat 05°56’520″ LS – 105°59’553″ BT.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *