Dunia

Tragedi Tenggelamnya Kapal RMS Lusitania Akibat Serangan Jerman

Tragedi Tenggelamnya Kapal RMS Lusitania Akibat Serangan Jerman
Daftar Isi
  1. Kronologi Penyerangan RMS Lusitania
  2. Korban Jiwa dan Proses Tenggelamnya Kapal
  3. Latar Belakang dan Dugaan Muatan Rahasia

Perang Dunia I menyimpan berbagai peristiwa tragis yang sulit dilupakan, salah satunya adalah penenggelaman kapal asal Inggris oleh kapal selam Jerman pada tahun 1915. Insiden mematikan tersebut merenggut nyawa ribuan orang dan memicu ketegangan internasional.

Kronologi Penyerangan RMS Lusitania

Seperti dilaporkan BBC, kapal Inggris yang menjadi sasaran serangan adalah RMS Lusitania. Peristiwa bermula ketika pemerintah Jerman mendeklarasikan perairan di sekitar Kepulauan Inggris sebagai zona perang pada bulan Februari 1915. Sebagai bentuk peringatan, Kedutaan Besar Jerman menyebarkan iklan di 50 surat kabar Amerika Serikat bagi warga yang berencana melakukan perjalanan laut dengan kapal Inggris.

Tragedi terjadi pada tanggal 7 Mei ketika kapal RMS Lusitania berlayar di dekat kawasan pesisir selatan Irlandia dengan mengangkut sekitar 2.000 orang di dalamnya. Kapal selam Jerman berkode U-20 melepas tembakan torpedo yang tepat mengenai lambung kapal tersebut.

Korban Jiwa dan Proses Tenggelamnya Kapal

Dampak dari serangan torpedo tersebut sangat fatal karena kapal tenggelam dalam tempo sangat singkat, yakni hanya 18 menit. Sebagai perbandingan, kapal Titanic membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk tenggelam sepenuhnya.

Sekitar 1.200 orang kehilangan nyawa dalam bencana tersebut, yang meliputi sekitar 130 warga negara Amerika Serikat serta puluhan anak-anak. Padahal, saat insiden berlangsung, kapal tercatat membawa sekitar 1.300 penumpang dan hampir 700 awak kapal.

Latar Belakang dan Dugaan Muatan Rahasia

Tindakan penyerangan ini dilakukan pihak Jerman sebagai aksi balasan terhadap blokade laut yang diterapkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris di pelabuhan-pelabuhan Jerman.

Proses tenggelamnya kapal yang berlangsung sangat cepat sempat menimbulkan spekulasi mengenai adanya ledakan susulan yang berasal dari muatan bahan peledak rahasia. Kendati pengadilan di New York pada tahun 1918 menyatakan bahwa RMS Lusitania memuat 4.200 peti amunisi senjata ringan, investigasi lanjutan oleh para penyelam pada bangkai kapal tidak pernah menemukan adanya bahan peledak tambahan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *