Indonesia menyiapkan forum internasional di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada musim semi 2027 untuk memperluas dukungan bagi konservasi terumbu karang di kawasan Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle. Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Peran Strategis Kawasan Segitiga Terumbu Karang
Forum itu direncanakan mempertemukan lembaga keuangan pembangunan, organisasi konservasi, dan filantropis internasional guna memperkuat pembiayaan serta kerja sama pelestarian ekosistem laut. Indonesia memiliki posisi penting karena kawasan Segitiga Terumbu Karang mencakup enam negara dan menjadi habitat bagi lebih dari 3.000 spesies ikan karang serta sekitar 76 persen spesies terumbu karang dunia, yang menopang kehidupan lebih dari 120 juta penduduk.
Ekosistem ini juga memiliki nilai ekonomi besar melalui perikanan, pariwisata, serta fungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari gelombang dan badai. Upaya konservasi dinilai berkaitan erat dengan ketahanan pangan, keberlanjutan ekonomi biru, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pengalaman Program Konservasi dan Perluasan Kolaborasi
Indonesia telah menjalankan sejumlah program konservasi seperti Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) sejak 1998 untuk memulihkan ekosistem dan meningkatkan keterlibatan masyarakat pesisir. Pada fase terakhirnya, COREMAP-CTI memperoleh dukungan pinjaman Bank Dunia sebesar US$47,38 juta, hibah Global Environment Facility (GEF) sebesar US$10 juta, serta kontribusi pemerintah Indonesia sebesar US$5,74 juta dengan total pembiayaan lebih dari US$62 juta.
Pengalaman tersebut menjadi landasan pengembangan program lanjutan bernama Oceans for Prosperity Program atau Program Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) senilai US$210 juta. Program garapan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kementerian PPN/Bappenas ini diarahkan memperkuat 20 kawasan konservasi perairan di 11 provinsi Indonesia timur dengan cakupan pengelolaan mencapai 8,3 juta hektare.
LAUTRA turut memperoleh dukungan hibah dari PROBLUE Multi-Donor Trust Fund sebesar US$5 juta dan Pemerintah Kanada melalui Oceans Multi-Donor Trust Fund sebesar US$7,3 juta. Melalui forum di Washington mendatang, Indonesia berharap dapat memperluas kolaborasi dengan Bank Dunia, International Union for Conservation of Nature (IUCN), World Wide Fund for Nature (WWF), The Nature Conservancy (TNC), World Resources Institute (WRI), Conservation International (CI), dan GEF untuk mewujudkan pembiayaan, pertukaran pengetahuan, dan teknologi bagi ekosistem laut.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








