Metropolitan

Tanah Gerak di Bogor Rusak Rumah Warga dan Musala

Tanah Gerak di Bogor Rusak Rumah Warga dan Musala

Fenomena tanah bergerak di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas umum seperti musala. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026 tersebut merupakan kejadian kedua kalinya dalam kurun waktu satu tahun di lokasi yang sama.

Penyebab dan Dampak Kerusakan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menjelaskan bahwa pergerakan tanah dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lama serta kontur tanah yang labil. Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilaporkan detikcom, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdampak pada sembilan jiwa dari dua unit rumah yang mengalami kerusakan.

Selain rumah warga, bencana tersebut juga merusak dua fasilitas umum berupa bangunan majelis dan musala dengan tingkat kerusakan berat. Petugas gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan serta mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan dan Riwayat Kejadian

Pihak BPBD Kabupaten Bogor mengingatkan bahwa pergerakan tanah berpotensi terulang kembali apabila hujan turun kembali. Oleh karena itu, warga yang terdampak diminta untuk selalu berhati-hati saat cuaca hujan.

Sebelum kejadian pada akhir Oktober tersebut, wilayah Desa Cijayanti juga pernah mengalami bencana serupa pada April 2026 yang merusak tujuh unit rumah warga. Pada peristiwa sebelumnya, asesmen mencatat pergerakan tanah mencapai panjang sekitar 100 meter dengan jarak dari mahkota hingga bawah lereng mencapai 50 meter, yang menyebabkan kerusakan parah pada bagian dinding, lantai, serta atap rumah, dan memaksa 28 warga direlokasi ke tempat aman.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *