Para siswa SMP Negeri 15 Palembang terpaksa dipulangkan lebih awal pada Selasa pagi (20/10) akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang kian menebal. Keputusan tersebut diambil pihak sekolah demi menjaga kesehatan para pelajar di tengah tingkat polusi udara yang kian mengkhawatirkan.
Kondisi Udara Berbahaya di Palembang
Sekolah yang terletak di Jalan A Yani, Kecamatan Seberang Ulu I, tersebut awalnya tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti hari biasa. Namun, Indeks Standar Pencemar Udara pada hari ini dilaporkan telah menyentuh angka 513 yang masuk dalam kategori berbahaya, seperti dilansir CNN Indonesia.
Para pelajar yang baru berada di lingkungan sekolah selama kurang dari dua jam akhirnya harus kembali ke rumah masing-masing. Langkah pemulangan ini diambil lantaran pekatnya kabut asap yang menyelimuti seluruh wilayah Kota Palembang sudah tidak ramah bagi kesehatan pernapasan.
Tanggapan Orang Tua dan Harapan Warga
Junaidi, salah seorang wali murid, menuturkan bahwa dirinya langsung bergegas menjemput anaknya usai menerima informasi resmi dari pihak sekolah mengenai pemulangan darurat tersebut. Kondisi udara yang pekat membuat orang tua tidak punya pilihan selain membawa anak mereka pulang.
Melihat kondisi tersebut, para orang tua murid serta masyarakat mendesak pemerintah agar memberlakukan kebijakan meliburkan sekolah secara langsung apabila angka pencemaran udara telah melampaui batas 500. Menurut mereka, situasi tersebut sudah sangat membahayakan keselamatan anak-anak.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengonfirmasi bahwa kualitas udara di Kota Palembang berada pada level sangat tidak sehat. Kondisi ini dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan yang hingga kini masih berlangsung di beberapa titik di wilayah Sumatera Selatan.








