Nasional

Asap Karhutla Pekat Selimuti Palembang, ISPU Berbahaya

Asap Karhutla Pekat Selimuti Palembang, ISPU Berbahaya

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa (20/10). Keberadaan landmark Jembatan Ampera hingga Sungai Musi tak terlihat akibat tertutup asap pekat berbau sangit yang membatasi jarak pandang di pusat kota hingga tersisa 20 meter.

Dampak Ekonomi dan Gangguan Kesehatan Warga

Kondisi udara buruk ini dikeluhkan warga karena memicu mata perih dan sesak napas sejak pagi hari. Dampak tersebut dirasakan langsung oleh Horijon (54), seorang penarik becak yang sudah 20 tahun mencari nafkah di kawasan bawah Jembatan Ampera. Ia menyebut pendapatan harian memburu penurunan drastis karena masyarakat enggan keluar rumah.

Jika biasanya Horijon mampu membawa pulang Rp100 ribu per hari untuk kebutuhan keluarga, dalam sepekan terakhir membawa uang Rp15 ribu saja amat sulit. Bahkan, ia kerap terpaksa pulang tanpa membawa uang sama sekali. Di tengah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dilaporkan menembus angka di atas 500 atau masuk kategori berbahaya, aktivitas persekolahan di Palembang juga terpaksa diliburkan.

Kritik Warga Terhadap Modifikasi Cuaca

Di sisi lain, upaya pemerintah dalam menanggulangi karhutla melalui operasi modifikasi cuaca menggunakan penuangan dry ice dinilai belum efektif oleh warga setempat. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, warga mengeluhkan kabut asap hanya berkurang selama sehari setelah penyebaran material tersebut, namun kembali menyelimuti wilayah tersebut dengan kondisi lebih pekat pada hari berikutnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *