Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 1998-1999, Jenderal TNI (Purn.) Subagyo Hadi Siswoyo. Mendiang Subagyo tutup usia pada Senin (19/10) sore setelah sempat menjalani perawatan medis.
Pemerintah Sampaikan Penghormatan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah satu putra terbaik bangsa tersebut. Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Selasa (20/10), mendiang telah mendedikasikan seluruh hidup dan pengabdiannya bagi negara melalui perjalanan panjang di lingkungan TNI.
Pemerintah menilai dharma bakti almarhum dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kehormatan bangsa merupakan bagian penting dari sejarah pengabdian TNI kepada Indonesia. Nilai-nilai patriotisme, loyalitas, dan semangat pengabdian yang diwariskan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Pihak pemerintah juga mendoakan agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Ucapan penghormatan terakhir turut disampaikan kepada sang jenderal atas segala jasa dan pengabdiannya kepada negara.
Riwayat Kesehatan dan Pemakaman
Subagyo mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.20 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Yogyakarta. Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, menjelaskan di rumah duka bahwa almarhum meninggal dunia karena faktor usia serta sempat menderita sakit yang mengharuskannya menjalani cuci darah.
Jenazah almarhum direncanakan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Selasa (20/10).
Rekam Jejak Militer
Jenderal TNI (Purn.) Subagyo Hadi Siswoyo lahir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 12 Juni 1946. Lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1970 ini merintis karier militernya di pasukan komando.
Sepanjang kariernya, mendiang pernah mengemban sejumlah posisi penting, mulai dari Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kodam IV/Diponegoro, hingga posisi puncak sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada tahun 1998 hingga 1999. Subagyo tercatat pernah memimpin Kopassus sebelum posisi tersebut kemudian digantikan oleh Prabowo Subidanto pada tahun 1995.
Mendiang merupakan tokoh penting dalam sejarah militer nasional, khususnya saat masa krisis multidimensi yang memicu Reformasi 1998. Ia menjadi satu-satunya KSAD sejauh ini yang memegang jabatan tersebut di bawah kepemimpinan tiga presiden berbeda, yakni masa akhir pemerintahan Presiden Soeharto, era BJ Habibie, hingga masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.








