Nasional

Asap Pekat Karhutla Kembali Selimuti Palembang

Asap Pekat Karhutla Kembali Selimuti Palembang

Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali diselimuti kabut asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa (20/10) pagi.

Dampak Kabut Asap Terhadap Warga

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia di beberapa lokasi, kondisi kabut asap yang pekat membuat jarak pandang terbatas hanya dalam hitungan meter. Keadaan tersebut memaksa para pengendara kendaraan bermotor untuk menyalakan lampu kendaraannya kendati pagi hari baru saja dimulai.

Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, tebalnya kabut asap juga mulai berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan. Sejumlah warga mengeluhkan timbulnya gejala gangguan kesehatan seperti sesak napas serta rasa perih pada bagian mata.

Salah seorang pegawai negeri di Palembang, Diah Gunderi, menyampaikan bahwa kondisi kabut asap pada hari ini terasa jauh lebih pekat jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. “Kabut kembali tebal dan pekat, sesak nafas dan mata perih,” ujar Diah kepada CNN Indonesia pada Selasa.

Catatan BNPB dan Harapan Warga

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan temuan sebanyak 44 titik area yang mengalami kebakaran di wilayah Sumatera Selatan. Pihak BNPB menyatakan bahwa indikasi awal menunjukkan sebagian besar insiden kebakaran tersebut dipicu oleh kegiatan pembukaan lahan.

Selain itu, catatan dari BNPB menunjukkan bahwa tingkat kualitas udara di Palembang pada Senin (19/10) sempat berada dalam status sangat tidak sehat dengan konsentrasi parameter PM2.5 mencapai angka 215,6 mikrogram per meter kubik.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat setempat mengharapkan pihak pemerintah untuk lekas mengambil tindakan penanganan yang sigap guna menghentikan karhutla agar polusi kabut asap tidak bertambah parah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *