Ketua DPR Puan Maharani menyoroti lonjakan pasien rumah sakit di Kalimantan Tengah (Kalteng) seiring dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pihaknya meminta agar penanganan krisis kesehatan di wilayah tersebut segera diperkuat secara menyeluruh.
Penguatan Infrastruktur dan Data Pasien
Menurut Puan, peningkatan jumlah pasien di berbagai rumah sakit mengindikasikan bahwa krisis kesehatan yang ditimbulkan oleh Karhutla semakin meluas. Oleh karena itu, infrastruktur kesehatan di daerah terdampak harus ditingkatkan.
Puan menyatakan bahwa dukungan untuk memperkuat layanan kesehatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di setiap rumah sakit agar bantuan dapat langsung dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat. Selain itu, ia mendorong Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan setempat untuk memperbarui data mengenai jumlah pasien, tingkat kebutuhan perawatan, keterisian tempat tidur, serta kapasitas fasilitas dalam menerima rujukan.
Informasi yang akurat tersebut dinilai penting untuk menentukan fasilitas kesehatan mana yang paling mendesak membutuhkan tambahan dukungan. Rumah sakit yang merawat pasien dalam jumlah lebih besar harus segera menerima bantuan yang selaras dengan kekurangan tenaga medis, sarana, serta kapasitas perawatan.
Di samping itu, Puan juga meminta agar layanan di tingkat Puskesmas turut diperkuat supaya masyarakat dapat menjalani pemeriksaan lebih awal dan memperoleh pengarahan yang tepat sesuai kondisi klinis mereka. Penguatan penanganan dampak asap ini juga harus berjalan beriringan dengan penjagaan layanan esensial lainnya seperti persalinan, tindakan gawat darurat, dan pengobatan rutin.
Pengawasan DPR dan Kondisi Lapangan
Puan mengingatkan pemerintah agar memperhatikan beban keluarga yang harus menghadapi berbagai kesulitan sekaligus, terutama saat kebutuhan perawatan medis melonjak sementara penghasilan menurun akibat keterbatasan aktivitas. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan ketersediaan bantuan yang dapat diandalkan selama masa sulit tersebut.
Melalui komisi terkait, Puan memastikan bahwa DPR akan terus mengawal penanganan Karhutla, khususnya dalam aspek krisis kesehatan yang dialami oleh masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan bahwa jumlah pasien di rumah sakit Kalteng melonjak hingga tiga kali lipat akibat memburuknya kualitas udara dari asap Karhutla.
Salah satu fasilitas kesehatan utama yang terdampak adalah RSUD dr Doris Sylvanus di Palangka Raya, di mana kapasitas mulai padat meski masih dapat tertangani. Lonjakan pasien ini didominasi oleh kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus lebih dari 72.431 kasus, dengan angka tertinggi tercatat di Kota Palangka Raya.
Sebagai langkah penanggulangan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan berupa peralatan medis, termasuk ventilator, ke berbagai rumah sakit di kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Tengah.
Sumber: Liputan6.com News








