Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mematok target agar seluruh kelurahan di wilayahnya dapat berpartisipasi dalam ajang Benyamin S Award pada tahun depan. Target tersebut disampaikan dalam acara penganugerahan Benyamin S Award 2026 di Jakarta, Jumat (30/10).
Peningkatan Partisipasi Kelurahan
Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat 52 kelurahan yang ikut serta dari total 267 kelurahan yang ada di Jakarta, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 27 kelurahan. Pramono menjelaskan, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Tona Hutauruk, sebelumnya menyampaikan harapan agar seluruh 267 kelurahan dapat berpartisipasi pada 2029 mendatang.
Mendengar target tersebut, seperti dilaporkan CNN Indonesia, Pramono meminta agar tenggat waktu tersebut dipercepat. Pramono menilai target tahun 2029 terlalu lama dan menegaskan agar seluruh kelurahan sudah harus ikut serta pada tahun depan.
Bahkan, dalam kesempatan yang sama, Pramono berkelakar bahwa dirinya akan memotong tunjangan kinerja bagi para lurah yang mangkir atau tidak ambil bagian dalam ajang tersebut pada tahun depan.
Apresiasi dan Hadiah ke Luar Negeri
Benyamin S Award diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk apresiasi bagi para lurah di seluruh wilayah provinsi yang sukses meningkatkan kualitas wilayah masing-masing. Ajang ini juga menjadi sarana penghargaan bagi kelurahan yang menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, serta sejahtera.
Ajang tahun ini menetapkan 10 kelurahan sebagai finalis, yaitu Kelurahan Kebon Sirih, Kelapa Gading Timur, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, dan Kelurahan Pulau Panggang. Dari babak akhir tersebut, Kelurahan Utan Kayu Selatan keluar sebagai pemenang untuk Kategori Nyaman, Kelurahan Kelapa Gading Timur memenangi Kategori Indah, serta Kelurahan Sukabumi Utara meraih Kategori Sejahtera.
Sebagai bentuk reward, Pramono menjanjikan kesepuluh lurah yang masuk dalam jajaran finalis tersebut akan diberangkatkan ke luar negeri guna menimba ilmu. Pramono menyatakan pemberian kesempatan belajar ke luar negeri ini bertujuan untuk mengubah cara pandang dan pola pikir para lurah tersebut, dengan pilihan destinasi seperti Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok yang akan ditentukan oleh Tona Hutauruk.








