Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkomitmen memperkuat peran Karang Taruna sebagai wadah pemberdayaan generasi muda serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional. Organisasi kepemudaan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, khususnya pada tingkat desa dan kelurahan.
Komitmen Pemerintah dalam Penguatan Karang Taruna
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara Awarding Night Bulan Bakti Nasional Karang Taruna 2026 di Pendopo Agung Kedhaton Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (23/10). Wiyagus menjelaskan bahwa eksistensi Karang Taruna didasarkan pada landasan hukum yang kuat, seperti UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Wiyagus menambahkan, urusan pemberdayaan Karang Taruna termasuk dalam rumpun pemerintahan wajib nonpelayanan dasar. Oleh sebab itu, setiap pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota wajib memasukkan program kepemudaan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan serta penganggaran daerah.
Pemerintah daerah diminta untuk mengakomodasi program tersebut ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra OPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kontribusi dalam Menghadapi Tantangan Global
Peran aktif Karang Taruna juga dinilai sangat krusial dalam menghadapi tantangan bonus demografi serta dinamika geopolitik global yang dinamis. Keterlibatan generasi muda diperlukan untuk mendukung agenda besar pembangunan nasional, termasuk menyukseskan visi misi Asta Cita pemerintah.
Wiyagus menyebutkan bahwa fokus tersebut selaras dengan poin keempat Asta Cita, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Para pemuda Karang Taruna juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam program hilirisasi guna mendongkrak nilai tambah serta membangun daerah dari tingkat desa untuk menekan angka kemiskinan.
Acara puncak Bulan Bakti Nasional Karang Taruna 2026 yang mengusung tema ‘Bersatu, Bergerak, Berdampak’ tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Agus Jabo Priyono dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Selain itu, hadir pula Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI G. Budisatrio Djiwandono bersama Wakil Ketua Umum PNKT Gusti Kanjeng Ratu Hayu.
Sumber: Berita - Detikcom








