Nasional

Karhutla Arjuno-Welirang Rusak 10 Km Pipa Air di Pasuruan

Karhutla Arjuno-Welirang Rusak 10 Km Pipa Air di Pasuruan
Daftar Isi
  1. Kerusakan Pipa Air di Tiga Desa
  2. Upaya Penanganan Jangka Pendek dan Panjang
  3. Operasi Pemadaman dan Kendala Lapangan

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang menyebabkan kerusakan parah pada jaringan pipa air bersih warga di tiga desa wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Total panjang pipa yang rusak akibat peristiwa tersebut mencapai sepuluh kilometer.

Kerusakan Pipa Air di Tiga Desa

Berdasarkan laporan penanganan yang dihimpun CNN Indonesia, kerusakan jaringan pipa air bersih tersebut tersebar di tiga wilayah desa. Di Desa Tambaksari, kerusakan pipa tercatat mencapai sepanjang 4.000 meter. Sementara itu, kerusakan di Desa Jatiarjo mencapai 3.750 meter dan di Desa Dayurejo sepanjang 2.510 meter.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla di kawasan tersebut. Pemerintah berupaya menjaga sumber air sekaligus memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap tercukupi.

Upaya Penanganan Jangka Pendek dan Panjang

Khofifah menguraikan adanya pembagian peran antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam mengatasi persoalan air bersih ini. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah memetakan titik-titik pipa yang mengalami kerusakan serta merencanakan pembuatan sumur bor.

Untuk langkah jangka pendek, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Pasuruan rutin mengirimkan pasokan air bersih kepada warga. Sedangkan untuk solusi jangka panjang, pemerintah menyiapkan opsi pengeboran sumur atau menarik air dari sumber yang ada menggunakan pipa.

Selain memulihkan jaringan distribusi air, pemerintah juga fokus melindungi sumber mata air serta daerah penampungan air. Kerusakan vegetasi di kawasan hutan dikhawatirkan dapat mengganggu fungsi tata air yang selama ini menopang kebutuhan warga di desa-desa penyangga.

Operasi Pemadaman dan Kendala Lapangan

Hingga kini, proses pemadaman di lapangan masih terus berlangsung. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 493 personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan api sejak tanggal 13 hingga 19 Oktober 2026 yang mencakup wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Petugas masih mendeteksi sebanyak 92 titik panas di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo hingga Selasa malam. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengajukan permohonan bantuan helikopter untuk melakukan pengeboman air kepada pemerintah pusat guna memaksimalkan pemadaman api.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *