Cuaca panas ekstrem yang melanda Surabaya pada Rabu (21/10) berdampak pada kematian sejumlah ayam potong yang diangkut menggunakan truk dari Magelang menuju Pasar Pabean, Surabaya. Kondisi tersebut memaksa pengemudi truk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran karena persediaan air pendingin habis di tengah jalan.
Bantuan Pemadam Kebakaran dan Imbauan Warga
Kepala Bidang DPKP Surabaya, M Rokhim, seperti dilaporkan CNN Indonesia, menyatakan bahwa sebuah truk pengangkut ayam mendatangi Kantor DPKP Pos Pasar Turi sekitar pukul 10.00 WIB. Pengemudi yang baru saja keluar dari jalan tol tersebut memutuskan mampir karena banyak ayam bawaannya mati kepanasan.
Pengemudi awalnya membawa tiga jeriken air untuk mendinginkan muatan di bak belakang truk, namun persediaan air tersebut habis dalam perjalanan dari Magelang. Petugas damkar kemudian melakukan penyiraman selama kurang lebih 15 menit hingga suhu muatan stabil sebelum pengemudi melanjutkan perjalanan ke Pasar Pabean dengan membawa sisa ayam yang masih hidup beserta bangkai ayam yang mati.
Merespons suhu terik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, DPKP Surabaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah sembarangan di ruang terbuka. Rokhim mencatat bahwa hingga pukul 12.00 WIB pada hari yang sama, petugas telah menangani sekitar lima kejadian kebakaran lahan kosong.
Prakiraan Suhu Ekstrem BMKG Juanda
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda mencatat suhu udara di wilayah Jawa Timur pada Rabu (21/10) mencapai titik ekstrem dengan suhu maksimal 39 derajat celcius dan suhu terendah 13 derajat celcius.
Tingkat kelembapan udara tercatat berada di kisaran 25 hingga 100 persen dengan kecepatan angin dari arah utara mencapai 5 hingga 42 kilometer per jam. Selain suhu panas, BMKG juga memprakirakan kemunculan kabut asap di wilayah tersebut pada rentang waktu siang hingga sore hari.








