Kriminal

Kapolri Cek Lab Narkoba Terbesar di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkoba Terbesar di Aceh

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung bertolak ke Aceh usai memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton narkoba jenis ketamine di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10). Seperti dilaporkan detikcom, dia mengecek langsung laboratorium rahasia atau tersembunyi narkotika terbesar di Indonesia yang baru saja dibongkar aparat gabungan di Pidie, Aceh.

Penggerebekan Pabrik Sabu di Pidie

Laboratorium rahasia tersebut sebelumnya digerebek oleh tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Dari operasi penindakan di dua toko yang disulap menjadi pabrik sabu tersebut, petugas berhasil mengamankan sekira 1 ton sabu cair methamphetamine.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, laboratorium rahasia di Pidie ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China, Malaysia, dan Indonesia. Di dalam ruko di Pidie, petugas mengamankan sejumlah tersangka, yakni LJ dan F, juga MY, AK, dan AY. Dari hasil penggeledahan, tim gabungan menemukan barang 20 drum sabu cair dan kurang lebih 500 kg sabu kristal dengan total barang bukti mencapai 1,2 ton bruto.

Suyudi mengatakan tim gabungan masih memburu sejumlah orang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan China untuk mencari keberadaan pengendali utama.

Tim saat ini masih memburu para daftar pencarian orang atau DPO meliputi pengatur lapangan berinisial Z, ES, J, BR, SS serta berkoordinasi dengan NC City Tiongkok untuk menangkap pengendali utama, yaitu Saudara LS, kata Suyudi saat konferensi pers di Aceh, Jumat ini dikutip dari detikcom.

Suyudi menuturkan pihaknya juga akan memeriksa enam ponsel dari hasil penggerebekan yang dilakukan dan akan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang dari kasus ini.

Pengungkapan Ketamine di Pelabuhan Belawan

Sebelum bertolak mengecek pabrik sabu di Aceh, Jenderal Suyudi terlebih dahulu memimpin konferensi pers pengungkapan 1,16 ton obat keras jenis ketamine HCl senilai Rp 3,48 triliun dari kapal MT Global 168 di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan. Dalam penindakan di Belawan, aparat gabungan meringkus delapan orang kru kapal yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing asal Taiwan.

Delapan awak kapal ini terdiri dari 7 orang warga negara Indonesia ya, dan 1 orang warga negara asing ya, WNA asal Tiongkok, Taiwan. Mereka memiliki peran masing-masing dalam mengoperasikan kapal, kata Jenderal Suyudi Ario Seto dalam jumpa pers di Dermaga Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Jumat siang.

Suyudi merinci peran delapan awak kapal tersebut, antara lain nakhoda sekaligus kapten kapal berinisial IC, Chief Officer berinisial RS, JA selaku Kepala Kamar Mesin, dan IAE selaku Masinis 2. Selanjutnya, tersangka berinisial JMR berperan sebagai Oiler atau juru minyak yang bertugas membantu pelumasan serta pembersihan mesin, sementara RF, DPB, dan YCY selaku WNA bertindak sebagai juru mudi.

Suyudi membeberkan upaya menggagalkan penyelundupan bermula dari deteksi intelijen terkait anomali rute pergerakan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang melintasi Laut Andaman. Kapal tersebut akhirnya berhasil dicegat di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, lalu dikawal menuju dermaga Pelabuhan Belawan.

Saat digeledah, petugas mendapati muatan 58 karung berisi ketamine HCl seberat 1,16 ton, 1 unit kapal MT Global 168, serta 14 ponsel milik para tersangka. Suyudi menegaskan rangkaian operasi besar di Belawan hingga penggerebekan lab narkoba di Pidie, Aceh, merupakan bukti keseriusan aparat dalam memberantas sindikat narkoba transnasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *