Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan perkembangan kasus pembuatan warung makan Mi Babi Tepi Sawah serta penggeledahan sejumlah lokasi yang dikaitkan dengan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an. Masyarakat diminta menahan diri dari informasi yang belum jelas kebenarannya agar persoalan hukum tersebut tidak berkembang menjadi ketegangan sosial.
Imbauan Penegakan Hukum dan Penanganan Profesional
Gus Kikin menegaskan agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyelesaikannya melalui jalur yang tepat tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri. Ia meminta aparat kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, serta transparan dengan tetap memperhatikan hak-hak warga negara, termasuk perlindungan bagi perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.
Demi menjaga situasi tetap kondusif, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo untuk segera mengumpulkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak terkait guna membangun ruang komunikasi bersama. Tokoh agama dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ketenangan serta mendamaikan umat agar kerukunan tetap terjaga di tengah perbedaan.
Kronologi Kasus di Sukoharjo
Perkara ini berawal dari aksi pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Sabtu (12/09) lalu, yang sebelumnya mendapat penolakan sebagian warga meskipun telah mengantongi izin usaha. Polisi kemudian melakukan penyidikan dan menangkap seorang tersangka pada Senin (19/10), disusul penggeledahan di sejumlah lokasi di Sukoharjo dan Karanganyar pada Selasa (27/10) yang diduga berkaitan dengan buronan kasus tersebut.
PBNU mengajak masyarakat untuk mempercayakan penanganan perkara kepada pihak berwenang, mengutamakan musyawarah, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan kerukunan masa depan di Sukoharjo.
Sumber: Berita - Detikcom








