Kriminal

Bayi 20 Bulan Tewas Ditenggelamkan Ayah Tiri di Jaksel

Bayi 20 Bulan Tewas Ditenggelamkan Ayah Tiri di Jaksel

Seorang bayi berumur 20 bulan meregang nyawa usai dihabisi oleh ayah tiri berinisial AR (22) bersama ibu kandungnya berinisial JM (19) di sebuah toilet umum wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam menjalankan aksi kejamnya, AR sempat membenamkan kepala anak tersebut ke dalam wadah berisi air.

Kronologi Penganiayaan hingga Jenazah Dikubur

Berdasarkan jalannya rekonstruksi kasus, terlihat momen ketika AR dengan tega berulang kali membenamkan korban ke dalam ember berisi air di toilet pasar. Pelaku menyampaikan bahwa korban sempat mengeluarkan muntah akibat tindakan tersebut.

Kejadian tragis itu berlangsung pada Sabtu (31/10) di toilet umum Pasar Kebayoran Lama, Jaksel. Pasangan suami istri tersebut mempunyai dua anak, dan memilih korban untuk dieksekusi.

Usai melakukan perbuatan tersebut, kedua pelaku berjalan kaki menuju kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, hingga menemukan area lahan kosong. Di lokasi itu, mereka menguburkan korban yang sebelumnya sudah dibungkus menggunakan kantong plastik kresek.

Motif Ekonomi dan Penanganan Hukum oleh Polisi

Pihak kepolisian membeberkan motif di balik tindakan nekat pasangan suami istri tersebut menghabisi nyawa korban. Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seali Syah Alam menyatakan bahwa pembunuhan ini dilatarbelakangi masalah ekonomi karena mereka merasa tidak sanggup menanggung biaya hidup anak.

Akibat perbuatan tersebut, kedua pelaku dikenakan Pasal 76 c juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 468 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dan/atau Pasal 458 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa penyidik masih mendalami kronologi serta porsi peran dari masing-masing tersangka. Proses pemeriksaan dilakukan guna memperoleh fakta sebenarnya berdasarkan keterangan para saksi serta bukti pendukung.

Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I untuk proses autopsi, sementara aparat kepolisian turut melacak keberadaan sopir taksi online yang diduga membawa pihak terkait usai kejadian. Polisi juga mengajak masyarakat yang melihat indikasi kekerasan pada anak untuk segera melapor lewat layanan darurat kepolisian 110 agar bisa langsung ditindaklanjuti.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *