Daftar Isi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di wilayah Jakarta datang lebih awal pada pertengahan November dibandingkan kawasan sekitarnya seperti Bogor, Depok, dan Bekasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lantas menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi banjir.
Imbauan Kewaspadaan bagi Warga
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap perkembangan cuaca. Warga diminta rutin memantau informasi terkini dari BMKG serta posko banjir, dan segera menghubungi layanan darurat Call Center Jakarta Siaga 112 apabila mendapati genangan atau kondisi darurat.
Menurut Chico, Pemprov DKI sudah melakukan berbagai persiapan jauh hari sebelum musim hujan tiba. Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan di ibu kota akan berlangsung secara bertahap dimulai dari pertengahan November 2026.
“Lebih dulu di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, kemudian menyusul wilayah lainnya hingga Desember. Puncaknya diperkirakan sekitar Februari 2027,” kata Chico seperti dilaporkan detikcom pada Minggu (1/11/2026).
Percepatan Infrastruktur Pengendali Banjir
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengerahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) beserta jajarannya untuk memaksimalkan sisa musim kemarau dalam mempercepat pembenahan infrastruktur pengendali banjir. Upaya ini bertujuan untuk menekan volume genangan dan banjir secara signifikan ketika intensitas hujan meninggi.
Sejumlah pekerjaan konkret yang tengah dilakukan meliputi percepatan normalisasi dan pengerukan di beberapa sungai strategis, seperti Kali Ciliwung, Kali Mampang, Kali Krukut, Kali Cakung Lama, dan Kali Angke. Normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 33,69 kilometer menjadi prioritas karena diyakini mampu menekan risiko banjir hingga sekitar 40 persen, sementara normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan memangkas potensi banjir sekitar 20 persen di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Sepanjang 2026, Dinas SDA tercatat telah mengangkat lebih dari 205.000 meter kubik lumpur dari berbagai sungai di lima wilayah Jakarta. Pembenahan juga mencakup pembangunan embung, perbaikan titik pertemuan aliran air seperti Kali Mampang dengan Kali Krukut, serta percepatan pembangunan embung Kebagusan di Pasar Minggu yang diproyeksikan mengurangi beban banjir di aliran Mampang-Krukut sekitar 8 persen. Selain itu, penguatan sistem pompa stasioner maupun bergerak serta pembersihan saluran mikro di permukiman warga turut digencarkan.
Gubernur Pramono Anung, lanjut Chico, juga sempat meninjau langsung progres normalisasi Kali Mampang di segmen Poncol, Kuningan Barat. Dalam peninjauan tersebut, Pramono menekankan bahwa meski genangan mungkin masih terjadi di beberapa titik, volumenya diharapkan bisa berkurang drastis berkat penanganan yang serius dan terintegrasi, dengan anggaran Dinas SDA yang dipastikan tetap dipertahankan tanpa pemangkasan.
Kesiapsiagaan Darurat dan Sistem Peringatan Dini
Guna menghadapi situasi darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiagakan personel beserta sarana pendukung seperti perahu karet, pelampung, kendaraan operasional, dan tenda pengungsian. Sebanyak 25 kelurahan yang masuk dalam kategori prioritas rawan banjir juga telah dipetakan yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
Sistem peringatan dini terus dipantau secara berkala bersama BMKG dan Dinas SDA, termasuk memonitor tinggi muka air di berbagai pintu air yang ada di Jakarta.
Sumber: Berita - Detikcom








