Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Brigadir Jenderal Andi Herindra Rahmawan mendatangi Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki untuk memberikan penjelasan terkait penggeledahan di pesantren tersebut. Langkah tersebut dilakukan aparat sebagai bagian dari pengembangan perkara pembakaran dan perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah di Kabupaten Sukoharjo.
Penjelasan Polisi dan Sikap Pesantren
Kedatangan jajaran Polda Jateng tersebut diterima langsung oleh pengurus Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustaz Abdurrahim Al Ba’asyir. Putra dari Ustaz Abu Bakar Ba’asyir itu menilai kunjungan tersebut menjadi sarana jalinan komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum dan pihak pesantren.
Abdurrahim menjelaskan bahwa Wakapolda Jateng telah menegaskan komitmen penegakan hukum dalam pertemuan tersebut. Kepolisian berjanji akan menindak serta memberikan sanksi tegas yang setimpal kepada siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran atau kesalahan di lapangan.
Imbauan Menjaga Kedamaian dan Kepekaan Aparat
Mengenai insiden perusakan warung mi babi, Abdurrahim menyoroti belum adanya penanganan yang tepat sejak awal sehingga memicu hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat. Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran dan bahan kajian bersama untuk menemukan langkah yang paling membawa maslahat bagi semua pihak.
Seperti dilaporkan detikcom pada Sabtu (31/10), Abdurrahim mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian tanpa membedakan agama maupun situasi. Ia juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum lebih peka serta sigap mengambil langkah antisipasi terhadap potensi pemicu perpecahan demi menjaga kondusivitas wilayah.
Sumber: Berita - Detikcom








