Pendidikan

Mendikdasmen Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran Siswa

Mendikdasmen Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran Siswa
Daftar Isi
  1. Daya Tarik Makanan Sehat di Sekolah
  2. Media Pendidikan Karakter dan Integrasi Data
  3. Apresiasi Kepala BGN

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan fenomena terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendorong peningkatan kehadiran siswa di sekolah.

Daya Tarik Makanan Sehat di Sekolah

Berdasarkan keterangan yang diterima, Sabtu (31/10/2026), Abdul Mu’ti menjelaskan sejumlah penelitian menunjukkan keterkaitan antara pelaksanaan program MBG dan tingkat kehadiran siswa. Ketersediaan makanan bergizi di sekolah menjadi daya tarik yang mendorong anak-anak untuk datang dan mengikuti kegiatan belajar.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta peluncuran awal uji coba loka MBG pada Jumat (30/10).

“Ada banyak penelitian Pak (Sudaryono), kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi,” ujar Abdul Mu’ti, seperti dilaporkan detikcom.

Ia mengibaratkan daya tarik tersebut dengan kegiatan Jumat Berkah di masjid yang mampu mendorong masyarakat datang untuk mendapatkan makanan. Namun, berbeda dengan kegiatan mingguan tersebut, MBG dilaksanakan secara rutin pada hari sekolah.

“Itu saya kira mirip dengan banyak hadir ke masjid karena ada Jumat Berkah, kira-kira begitu. Tapi ini tiap hari, tidak setiap hari Jumat,” ucap Mu’ti.

Media Pendidikan Karakter dan Integrasi Data

Selain mendongkrak kehadiran siswa, Abdul Mu’ti menilai program MBG dapat menjadi sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sejak dini. Pelaksanaan MBG di sekolah dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan positif dalam keseharian siswa.

Kebiasaan positif tersebut mulai dari mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, hingga menghargai makanan yang disajikan. Ia berharap pembiasaan tersebut dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Terkait teknis pelaksanaan, Abdul Mu’ti mengatakan pendataan penerima MBG di lingkungan pendidikan telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi ini terus disempurnakan untuk memastikan penerima manfaat merupakan peserta didik yang terdata secara resmi dalam sistem pendidikan.

“Kemudian kerja sama pendataan yang selama ini sudah terintegrasi dengan Dapodik, dipastikan bahwa semua yang menerima adalah murid-murid yang memang resmi terdata dalam sistem kami dan memang terus kita sempurnakan,” katanya.

Apresiasi Kepala BGN

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendikdasmen dalam pelaksanaan MBG di satuan pendidikan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, seperti pembangunan wastafel.

“Terima kasih atas dukungan dari Kementerian Dikdasmen, dukungan dari Pak Menteri,” ucap Sudaryono dalam kesempatan yang sama.

Selain pembangunan fasilitas wastafel, bentuk dukungan Kemendikdasmen juga mencakup pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *