Nasional

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir
Daftar Isi
  1. Penetapan Status dan Instruksi Kewaspadaan
  2. Penyaluran Bantuan dan Kondisi Pengungsi
  3. Penyebab Banjir dan Harapan Warga

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari ke depan. Kebijakan tersebut diambil menyusul peristiwa banjir yang merendam dua desa di Kecamatan Trumon Tengah.

Penetapan Status dan Instruksi Kewaspadaan

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS menyatakan keputusan itu diambil setelah dirinya meninjau langsung beberapa lokasi terdampak serta mempelajari laporan kejadian di lapangan, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Menurut Mirwan, status tanggap darurat ini bertujuan mempercepat penanganan bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan jajaran pemerintah daerah.

Langkah tersebut juga dilandasi prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan yang dapat memicu banjir susulan. Melalui penetapan ini, Mirwan telah menginstruksikan seluruh satuan tugas penanggulangan bencana agar bersiaga penuh.

Di samping itu, Bupati mengimbau masyarakat di kawasan rawan bencana agar tetap tenang dan menghindari aksi pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan. Ia menilai kepanikan dalam situasi darurat hanya akan merugikan semua pihak.

Penyaluran Bantuan dan Kondisi Pengungsi

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Selatan mencatat sebanyak 112 jiwa dari Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya mengungsi akibat genangan air setinggi 30 hingga 60 sentimeter. Para warga memilih mencari tempat aman di Kompi Brimob serta rumah kerabat.

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah, Pemkab Aceh Selatan telah menyalurkan bantuan masa panik secara langsung di posko pengungsian Kompi Brimob, Gampong Ie Jerineh. Bantuan yang diserahkan meliputi beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, perlengkapan keluarga, pakaian anak, selimut, kain, sarung, sarden, kecap, saus, biskuit, makanan siap saji, serta mukena.

Selain logistik, pemerintah daerah turut mendirikan dapur umum di tenda pengungsian guna mencukupi kebutuhan warga terdampak.

Penyebab Banjir dan Harapan Warga

Kepala Desa Lhok Raya Rasi Riadi menjelaskan bahwa bencana banjir tersebut dipicu oleh robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya yang membuat air meluap dan menggenangi permukiman warga. Warga memutuskan mengungsi karena khawatir volume air akan kembali naik.

Pihak desa berharap pemerintah kabupaten dapat segera merealisasikan pembangunan kembali tanggul sepanjang 210 meter yang runtuh tersebut agar permukiman terbebas dari luapan Sungai Lae Soeraya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *