Pendidikan

Mensos Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Korban Perundungan Masuk Sekolah Lagi

Mensos Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Korban Perundungan Masuk Sekolah Lagi

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan siswa Sekolah Rakyat yang diduga mengalami perundungan telah kembali mengikuti kegiatan belajar. Kementerian Sosial (Kemensos) juga terus mendampingi siswa tersebut beserta orang tuanya untuk mencari solusi terbaik.

Pendampingan Psikologis dan Komunikasi dengan Unhan

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut usai menghadiri Kongres Nasional XVI dan Forum Ilmiah Tahunan XII Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat (30/10/2026).

“Jadi kita terus dampingi orang tua dan siswanya. Alhamdulillah kita lihat anaknya sudah mau bersekolah lagi,” kata Gus Ipul seperti dilaporkan Liputan6.com.

Ia menjelaskan bahwa siswa yang bersangkutan sempat mengalami syok dan memerlukan waktu pemulihan psikologis sebelum akhirnya kembali masuk sekolah. Selama masa pemulihan, Kemensos memberikan kesempatan bagi siswa untuk beristirahat dan menenangkan diri.

Selain mendampingi korban dan keluarganya, Gus Ipul menyebutkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan Universitas Pertahanan (Unhan) guna menyelesaikan persoalan ini.

Evaluasi Kegiatan Pengabdian Kadet Unhan

Gus Ipul menilai insiden tersebut harus dijadikan bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Meskipun demikian, ia berpandangan bahwa kegiatan pengabdian para kadet Unhan di Sekolah Rakyat secara keseluruhan berjalan dengan baik.

“Saya ingin tegaskan ini bahwa secara umum berjalan dengan baik dan saya berharap tahun depan kita bisa teruskan lagi kegiatan pengabdian dari Kadet Unhan ini di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, kehadiran para kadet Unhan memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan para siswa. Kendati demikian, setiap permasalahan sekecil apa pun yang timbul tetap memerlukan perhatian serius.

“Jadi saya ingin ini benar-benar bisa menjadi pelajaran bersama kita. Kita ambil hikmahnya, dan kita lakukan mitigasi ke depan lebih kuat lagi, dan tidak terjadi lagi,” tegas Gus Ipul.

Ia berharap langkah-langkah mitigasi serta evaluasi yang dilakukan mampu menyempurnakan pelaksanaan kegiatan pengabdian kadet Unhan di Sekolah Rakyat sekaligus mencegah timbulnya kasus perundungan di kemudian hari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *