Nasional

Tiga Gunung Api Berstatus Siaga, BNPB Rilis Imbauan Waspada

Tiga Gunung Api Berstatus Siaga, BNPB Rilis Imbauan Waspada

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data aktivitas gunung api di Indonesia per Jumat (30/10/2026) pukul 06.00 WIB. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat tiga gunung api saat ini berada dalam status Siaga atau Level III.

Rincian Status dan Rekomendasi Tiga Gunung Api

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memaparkan status serta rekomendasi wilayah bahaya dari ketiga gunung api tersebut melalui siaran langsung di kanal resmi YouTube BNPB. Tiga gunung yang dimaksud meliputi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.

Untuk Gunung Anak Krakatau, masyarakat, wisatawan, dan pelaut dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius lima kilometer. Selain itu, warga juga dilarang mendekati kawah aktif dan wilayah pulau baru dalam radius satu kilometer dari gunung yang terletak di wilayah Lampung dan Banten tersebut, dengan potensi ancaman berupa aliran lava, lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta erupsi sekunder.

Sementara itu, Gunung Merapi yang berada di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki radius bahaya tiga kilometer. Potensi ancaman dari aktivitas Merapi mencakup awan panas guguran, guguran lava, serta lontaran material. Warga diimbau untuk mewaspadai potensi lahar hujan di alur sungai saat hujan deras serta menghindari kawasan yang dialiri Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol.

Adapun Gunung Semeru di Jawa Timur ditetapkan berstatus Siaga dengan radius bahaya lima kilometer. Potensi ancaman dari Semeru meliputi awan panas guguran, lava, lontaran batu pijar, hingga lahar hujan. Masyarakat diminta menghindari sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Berton menambahkan, masyarakat juga perlu menghindari aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak serta menjaga jarak aman 500 meter dari sempadan sungai.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *