Metropolitan

Pemprov DKI Puji Peserta Lintas Generasi Pemilah Sampah

Pemprov DKI Puji Peserta Lintas Generasi Pemilah Sampah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta dari berbagai kelompok usia dalam ajang Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026. Program ini dinilai berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya kelompok rumah tangga tetapi juga generasi muda dari kalangan pelajar.

“Pilah sampah ini tidak hanya oleh masyarakat yang memang sudah berumah tangga, tetapi juga bisa menyentuh kepada lapisan yang masih juga pelajar-pelajar,” ujar Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Jakarta Iwan Kurniawan, Jumat (30/10).

Mendorong Pemilahan Sampah Sejak Dini

Ajang Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026 diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik). Program tersebut digelar sebagai ruang apresiasi bagi para penggerak lingkungan dan pemuka pendapat lokal yang konsisten mengedukasi serta mengajak warga mengolah sisa buangan.

Saat bertindak sebagai juri teknis pada proses penjurian hari kedua, Jumat (30/10), Iwan mengungkapkan bahwa keikutsertaan pelajar menjadi potensi besar untuk menggerakkan kesadaran dari lingkup keluarga. Menurutnya, pemilahan sampah tidak lagi sekadar menjadi beban kewajiban, melainkan mulai tumbuh sebagai budaya dan kesadaran bersama yang ditanamkan sejak usia prasekolah.

Capaian Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Sorotan terhadap keterlibatan peserta lintas generasi juga diutarakan oleh Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari. Ia menilai masuknya pelajar sebagai peserta menunjukkan bahwa gerakan peduli lingkungan telah meluas di luar lingkaran aktivis.

Purwanti menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilah Olah Sampah Heroes Jakarta 2026 sejalan dengan arahan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Penerapan kebijakan tersebut berdampak positif pada perubahan pola perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Kalau sekarang itu kita sudah di angka 35 persen. Itu sudah luar biasa gitu kan, 35 persen. Jadi 35 persen rumah sudah melakukan pemilahan sampah,” ucap Purwanti.

Pemerintah daerah berharap keberadaan para penggerak muda ini dapat mengakselerasi penularan kebiasaan memilah sampah di tengah masyarakat Jakarta.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *