Politik

Seskab Teddy Paparkan Capaian 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Seskab Teddy Paparkan Capaian 2 Tahun Pemerintahan Prabowo
Daftar Isi
  1. Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan
  2. Infrastruktur, Perumahan, dan Pangan
  3. Investasi, BUMN, dan Ekonomi Rakyat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan deretan capaian program prioritas dan pembangunan selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hasil pembangunan tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, energi, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Teddy menegaskan bahwa periode dua tahun awal pemerintahan ini menekankan pada pembuktian kerja nyata. “2 tahun pertama pemerintahan bukan sekadar tentang rencana, tapi tentang kerja nyata dan hasil yang bisa dilihat,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan

Pada bidang pendidikan, sebanyak 265 Sekolah Rakyat di 131 kabupaten/kota telah rampung dibangun sepanjang 2026. Pemerintah juga mencatat sebanyak 45 ribu anak jalanan telah kembali mengemban pendidikan di sekolah, disertai revitalisasi 30 ribu bangunan sekolah dan penyediaan 288.180 layar interaktif untuk mendukung proses belajar.

Kesejahteraan tenaga pendidik turut menjadi perhatian melalui kenaikan insentif guru honorer sebesar 30 persen. Selain itu, pemerintah merencanakan pengangkatan 240 ribu guru PPPK paruh waktu menjadi pegawai penuh waktu mulai Januari 2027.

Di sektor kesehatan dan gizi, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 62 juta penerima manfaat, sementara layanan Cek Kesehatan Gratis dimanfaatkan oleh 108 juta orang. Pemerintah juga mendirikan 22 rumah sakit baru di berbagai daerah demi memperluas akses layanan medis masyarakat.

Infrastruktur, Perumahan, dan Pangan

Pemerintah mencatatkan penyelesaian pembangunan dan renovasi 400 ribu unit rumah, serta pembentukan 100 Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendukung ekonomi masyarakat pesisir. Di sektor fasilitas publik, terdapat pembangunan lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi, 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan Inpres, 3.000 titik sumur bor, serta 17 stadion berstandar FIFA.

Pada sektor pangan, Indonesia berhasil mencapai swasembada untuk delapan komoditas utama serta membukukan cadangan pangan tertinggi sepanjang sejarah. Sementara di bidang energi, penerapan program B50 menjadi langkah strategis menuju kemandirian energi nasional.

Investasi, BUMN, dan Ekonomi Rakyat

Pemerintah memfasilitasi 26 proyek hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Nilai realisasi investasi selama dua tahun mencapai Rp3.923 triliun yang menyerap 5.485.944 tenaga kerja. Upaya penyerapan tenaga kerja muda juga didorong lewat program Magang Nasional yang melibatkan 250 ribu peserta dengan honor selevel upah minimum kabupaten/kota.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, sebanyak 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi, dan tingkat suku bunga pembiayaan PNM Mekaar dipangkas dari 25 persen menjadi 8 persen bagi 16 juta nasabah perempuan. Sektor keuangan juga mencatat pembentukan Bank Emas yang mengelola 153 ton emas serta kelanjutan proyek Kampung Haji Indonesia.

Tata kelola negara turut diperbaiki melalui perampingan dan penutupan 290 BUMN yang menghemat anggaran negara Rp50 triliun per tahun. Pemerintah juga melunasi utang obligasi BLBI sebesar Rp218,3 triliun dan menyelamatkan lebih dari Rp54 triliun aset negara. Di bidang transportasi, pemerintah memperkuat skema bagi hasil bagi pengemudi layanan berbasis platform.

Teddy menyatakan bahwa seluruh capaian ini merupakan fondasi awal bagi pembangunan nasional. “Perjalanan masih panjang, tantangan masih besar. Namun, setiap capaian menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat,” tuturnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *