Metropolitan

RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta

RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta
Daftar Isi
  1. Inovasi dan Ketahanan Pangan
  2. Mengolah Sampah Menjadi Manfaat
  3. Ruang Bermain dan Belajar Anak

Di tengah rapatnya bangunan dan padatnya lalu lintas Jakarta, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kebon Sirih di Menteng, Jakarta Pusat, hadir sebagai oase hijau tempat kehidupan tumbuh dalam beragam rupa. Tempat ini tak sekadar menjadi sarana warga melepas penat, melainkan terus dikembangkan melalui berbagai inovasi oleh para pengelola agar tetap menarik dikunjungi.

Inovasi dan Ketahanan Pangan

Menurut Koordinator RPTRA Kebon Sirih, Farida, kepada Liputan6.com pada Kamis (29/10/2026), inovasi adalah satu-satunya cara untuk menghidupkan RPTRA agar tidak tergerus zaman. Perubahan tersebut dirasakan oleh Waisul, salah seorang pengelola, yang mengingat bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan area parkir dan tempat pedagang yang tidak tertata sebelum akhirnya direlokasi dan disulap menjadi ruang terbuka.

Kini, salah satu sudut RPTRA ditumbuhi aneka sayuran, tanaman obat keluarga, labu, serta melon sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Selain itu, kolam-kolam berisi ikan lele dan nila juga dikelola untuk mendukung program yang sama. Farida menyebutkan bahwa sebagian hasil panen lele dijual, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting melalui kerja sama dengan pihak lain.

Mengolah Sampah Menjadi Manfaat

Para pengelola juga mengalihkan perhatian pada pengelolaan sampah organik dari warga dan warung sekitar menjadi sesuatu yang berguna. Selama sekitar enam bulan terakhir, mereka membudidayakan maggot dengan memanfaatkan sampah organik sebagai pakan, sementara sisa budidayanya diolah menjadi pupuk. Meski sempat mengalami kegagalan di awal, kerja keras para pengelola akhirnya membuahkan hasil hingga kini RPTRA Kebon Sirih menjadi satu-satunya RPTRA di Kecamatan Menteng yang menjalankan budidaya maggot.

Selain sampah organik, botol-botol plastik bekas turut diolah menjadi hiasan untuk mempercantik taman serta dimanfaatkan dalam kegiatan kriya yang pernah diselenggarakan di sana.

Ruang Bermain dan Belajar Anak

Menjelang pukul 14.00 WIB, anak-anak biasanya mulai berdatangan untuk menikmati area bermain atau membaca di perpustakaan. Pada pagi hari yang masih lengang, seorang anak berusia lima tahun bernama Kenan tampak bermain layang-layang di luar perpustakaan. Ayah Kenan, Jarwo, yang bekerja sebagai pedagang makanan di sekitar lokasi, mengaku merasa tenang membawa anaknya ke RPTRA karena sang anak dapat bermain dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu pembeli.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *