Nasional

Alutsista Baru Perkuat Pertahanan TNI di Berbagai Matra

Alutsista Baru Perkuat Pertahanan TNI di Berbagai Matra
Daftar Isi
  1. Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut
  2. A400M dan Rafale Perkuat Kekuatan Udara
  3. Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Kemampuan Operasional

Dua tahun gerak nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjatan (alutsista) TNI. Berbagai kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung tugas kemanusiaan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan dan kebencanaan. Menurut Prabowo, wilayah Indonesia sangat luas dan terdiri atas ribuan pulau sehingga pengadaan alutsista ini akan menambah kemampuan pertahanan negara, seperti dilaporkan Liputan6.com. Pembangunan kekuatan militer juga diarahkan agar TNI semakin efektif dalam mengamankan wilayah dan mendukung pembangunan nasional.

Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut

Dua fregat buatan Italia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, diserahkan secara bertahap oleh Fincantieri untuk memperkuat Koarmada II di Surabaya. Selain fregat, TNI AL juga menerima Kapal Cepat Rudal (KCR) bernama KRI Belati yang merupakan kapal produksi dalam negeri dengan fungsi ganda sebagai kapal patroli maupun kapal kombatan. Terbaru, Indonesia juga menerima KRI Sriwijaya-100, yaitu kapal induk eks Angkatan Laut Italia yang diperoleh melalui hibah dan resmi diterima pada 24 September 2026. Kapal sepanjang 180,2 meter ini memiliki dek penerbangan untuk helikopter serta pesawat nirawak, dan mampu melaju hingga kecepatan sekitar 30 knot.

A400M dan Rafale Perkuat Kekuatan Udara

TNI Angkatan Udara menerima dua pesawat angkut Airbus A400M Atlas pada November 2025 dan Maret 2026 yang mampu mengangkut 116 personel bersenjata lengkap beserta kendaraan dan perlengkapan militer besar. Pesawat ini telah dikerahkan untuk misi kemanusiaan dalam pengiriman logistik bagi korban gempa di Sumatra dan Aceh. Sementara itu, jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai tiba pada 2026 di mana enam dari 42 unit pesanan telah berada di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, dengan kecepatan maksimum Mach 1,8 dan daya muat senjata hingga 9.500 kilogram.

Indonesia turut menerima empat unit Dassault Falcon 8X berkapasitas 13 hingga 16 penumpang dengan jangkauan terbang mencapai 11.945 kilometer untuk mobilitas udara jarak jauh. Guna melengkapi matra udara, didatangkan pula delapan unit helikopter H225M Caracal dan dua unit helikopter H225T VVIP sebagai penunjang angkut taktis militer.

Mi-35M dan Kendaraan Amfibi Perkuat Kemampuan Operasional

Di lingkungan TNI Angkatan Darat, dua helikopter Mi-35M buatan Rusia diterima pada pertengahan 2026 dan beroperasi di Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Semarang, sejak awal September untuk mendukung pengiriman logistik di wilayah Papua. Sementara itu, Korps Marinir TNI AL menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAV-M35 buatan Amerika Serikat pada September 2026. Kendaraan berkapasitas 24 personel ini ditenagai mesin 525 horsepower dengan kecepatan 75 kilometer per jam di darat dan 15 kilometer per jam di air, serta dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 milimeter dan pelontar granat otomatis 40 milimeter.

Kehadiran ragam alutsista baru ini diharapkan mampu membangun TNI yang semakin tangguh dan efektif dalam menjaga kedaulatan serta melindungi masyarakat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *