Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Kiunga, Papua Nugini, pada Kamis (29/10) siang. Guncangan akibat gempa di negara tetangga tersebut turut dirasakan hingga beberapa wilayah di Papua, Indonesia.
Dampak Guncangan di Wilayah Indonesia
Getaran gempa yang terjadi pada pukul 10.55 WIB atau 12.55 WIT itu dirasakan di sejumlah daerah seperti Boven Digoel, Jayapura, dan Merauke. Pusat gempa sendiri berada di darat pada jarak sekitar 171 kilometer arah tenggara Oksibil, Papua Pegunungan, dengan kedalaman 42 kilometer di bawah permukaan bumi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan dalam siaran pers bahwa berdasarkan laporan masyarakat, getaran dirasakan pada skala intensitas III MMI di Boven Digoel, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.
Selain itu, skala II MMI yang membuat getaran dirasakan oleh beberapa orang serta benda-benda ringan yang digantung bergoyang tercatat di Kota Jayapura dan Merauke.
Analisis BMKG dan Aktivitas Susulan
Wijayanto menjelaskan bahwa memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrumnya, peristiwa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempa bumi ini mempunyai mekanisme pergerakan sesar geser atau strike slip.
Sejauh pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), belum terpantau adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock setelah kejadian tersebut.








