Kriminal

Ibu di Palembang Serahkan Anak Kandung saat Gerebek Narkoba

Ibu di Palembang Serahkan Anak Kandung saat Gerebek Narkoba

Seorang ibu rumah tangga di Palembang, Sumatera Selatan, secara sukarela menyerahkan anak kandungnya sendiri kepada pihak kepolisian yang sedang melakukan penggerebekan kampung narkoba pada Rabu (28/10). Tindakan tersebut dilakukan karena sang ibu merasa sudah sangat kesal dengan perilaku anaknya yang menjadi pecandu narkoba dan kerap mencuri uang serta barang-barang di rumah.

Penggerebekan Kampung Narkoba di Palembang

Tim gabungan dari Polrestabes Palembang bersama Polsek Seberang Ulu Dua Palembang mendatangi Jalan KH Azhari Lorong Tangga Takat Laut, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu Dua Palembang, untuk menyisir lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkotika. Dalam operasi penertiban tersebut, aparat penegak hukum mengamankan satu paket kecil sabu-sabu beserta alat hisap.

Petugas juga menjaring lima orang pria berinisial U, M, S, A, dan H yang diduga kuat sebagai pemakai barang haram tersebut. Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, Kompol M Burhanudin Yusuf Hanafiah menjelaskan bahwa kelima orang itu langsung dibawa ke kantor polisi setelah hasil tes urine mereka menunjukkan positif mengandung metamfetamin.

“Kita lakukan penggerebekan di Jalan KH Azhari Lorong Tangga Takat Laut, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu Dua Palembang. Dalam penggerebekan kali ini kami mengamankan lima orang pria yang diduga pemakai narkoba setelah dilakukan cek urine positif mengandung metamfetamin,” ujar Kompol M Burhanudin Yusuf Hanafiah.

“Kelima orang inisial U, M, S, A dan H. Setelah dilakukan tes urine, mereka positif. Selanjutnya mereka kita amankan di Satresnarkoba Polrestabes Palembang untuk dilakukan pengembangan,” lanjutnya, serta menambahkan bahwa petugas juga menyita satu paket kecil sabu-sabu dan alat hisap.

Aksi Emak-Emak Serahkan Anak

Di tengah berlangsungnya operasi penggerebekan tersebut, seorang ibu bernama Sagiyem mendatangi petugas dan membawa putranya yang berinisial AG untuk diserahkan secara sukarela. Sagiyem menuturkan bahwa dirinya sudah kehilangan kesabaran menghadapi anaknya yang telah lama menjadi pecandu narkoba.

Ia mengungkapkan bahwa AG sering kali mengambil uang keluarga secara diam-diam hingga nekat menjual serta menggadaikan berbagai barang berharga demi mencukupi kebutuhan candunya. Perilaku tersebut membuat keluarganya kesulitan, bahkan sang anak kerap mengamuk jika permintaannya tidak dipenuhi.

“Iya, biar hati aku lega nyerahkan anak tadi. Olehnya aku sudah kesal, ada duit Rp20 ribu diambilnya, padahal kita mau beli sayur mau masak tidak ada lagi. Iya barang semua bisa dijualnya, digadaikannya. Misal kain panjang kita untuk mau mati saja diambilnya dan dijualnya, panci sering digadaikan. Kalau tidak dikasih ngamuk marah,” keluh Sagiyem.

Menanggapi tindakan warga tersebut, pihak kepolisian memberikan apresiasi dan berjanji akan menindaklanjuti kasus anak yang diserahkan oleh ibunya itu. Polisi akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tingkat ketergantungan sang anak terhadap barang haram tersebut.

“Kami apresiasi kepada yang bersangkutan. Kami akan melakukan tes urine kepada anaknya, dan mendalami kenapa sampai diserahkan kepada kita, apakah sebagai pemakai berat atau tidak,” tutur Burhanudin.

Seluruh pelaku beserta barang bukti kini telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna pengembangan kasus.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *