Daftar Isi
Sedikitnya 68 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden kecelakaan dua kereta cepat di wilayah tengah Spanyol pada Rabu pagi. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar 140 kilometer di selatan Madrid ketika sebuah kereta rute Madrid-Seville menabrak kereta lain yang sedang berhenti di atas jalur rel.
Kronologi dan Penyebab Tabrakan
Kereta yang berhenti di jalur tersebut merupakan milik operator swasta Iryo dan mengangkut 147 penumpang. Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan bahwa kereta itu terpaksa berhenti akibat gangguan pada sistem komputer persinyalan otomatis.
Ketika gangguan tersebut terjadi, kendali operasional dialihkan ke pusat pengendalian 24 jam di Madrid. Namun, pusat kendali tersebut mengambil keputusan yang disebut Puente sebagai hal yang tidak dapat dijelaskan dengan memerintahkan kereta itu untuk kembali bergerak tanpa memberlakukan pembatasan kecepatan.
Di belakangnya, melaju kereta milik perusahaan negara Renfe dengan membawa 397 penumpang. Pihak Iryo menyatakan keretanya ditabrak dari belakang oleh kereta Renfe tersebut setelah mendapat perintah untuk melanjutkan perjalanan sekitar pukul 08.36 waktu setempat.
Kerasnya benturan membuat sejumlah gerbong terguling dan jatuh ke lereng tepi jalur. Foto-foto di lokasi kejadian bahkan memperlihatkan sepotong rel kereta menembus atap salah satu gerbong.
Kesaksian Korban Selamat
Para penyintas menceritakan momen mencekam saat benturan terjadi. Tangui Binier, 22 tahun, penumpang kereta Iryo, mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa koper-koper berterbangan dan orang-orang berteriak ketika kereta mendadak berhenti setelah sempat melaju kencang.
Sementara itu, jurnalis Spanyol Antonio Jiménez Barca yang berada di kereta Renfe merasa seperti didorong dari belakang sebelum terlempar ke lantai dengan kepala terbentur keras. Penumpang lain bernama Sebastián Herrero menuturkan bahwa dirinya terlempar di udara selama beberapa detik akibat dahsyatnya benturan.
Puluhan ambulans dan helikopter dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban luka serius. Garda Sipil Spanyol menyatakan bahwa sampel DNA dari keluarga korban diperlukan untuk membantu proses identifikasi sebagian jenazah.
Respons Pemerintah dan Tuntutan Publik
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan dukacita mendalam saat mengunjungi lokasi kejadian dan menyatakan bahwa seluruh Spanyol sedang berduka. Sánchez membatalkan seluruh agenda publiknya dan berjanji akan mengusut tuntas penyebab insiden serta mengambil tindakan tegas jika ditemukan kegagalan sistem keamanan.
Insiden ini tercatat sebagai bencana kereta api paling mematikan di Spanyol dalam 13 tahun terakhir, sejak kecelakaan di Santiago de Compostela pada 2013 yang menewaskan 80 orang. Sebelumnya, Spanyol juga mengalami kecelakaan kereta cepat di dekat Córdoba pada Januari yang menewaskan 46 orang.
Pemimpin partai oposisi Partai Rakyat, Alberto Núñez Feijóo, menyatakan bahwa rakyat Spanyol berhak mengetahui kondisi infrastruktur negara mereka. Di sisi lain, serikat pekerja Spanyol CSIF menuntut pengunduran diri Menteri Transportasi karena dinilai menjadikan petugas pengatur lalu lintas sebagai kambing hitam atas insiden tersebut.
Sumber: BBC News Indonesia








