Panitia Seleksi Anggota Komisi Nasional Disabilitas periode 2026-2031 menelaah tanggapan masyarakat terhadap 69 kandidat yang mengikuti tahapan seleksi. Proses penelaahan tersebut dilaksanakan pada 26 hingga 28 Oktober 2026, bersamaan dengan persiapan uji publik calon anggota KND.
Penelaahan Masukan dan Rekam Jejak Kandidat
Anggota Pansel KND Bahrul Fuad menerangkan bahwa tanggapan masyarakat yang masuk melalui situs web resmi seleksi dibagi ke dalam tiga golongan, yaitu positif, perlu mendapat perhatian, serta negatif. Fokus panitia dalam tahap ini tertuju pada catatan yang memerlukan perhatian khusus serta masukan bernada negatif.
Bahrul menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kandidat yang mendapat catatan kurang baik dari publik. “Dari masukan-masukan itu ternyata kita menemukan ada 20 kandidat yang mendapatkan masukan negatif. Dan itu nanti akan menjadi pertimbangan Pansel apakah 20 kandidat itu layak maju ke tahap berikutnya atau tidak,” ujar Bahrul, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).
Lebih lanjut, integritas, rekam jejak, serta reputasi dipandang sebagai hal mendasar yang menjadi bahan pertimbangan pansel. Seluruh masukan terkait aspek-aspek tersebut dicermati secara saksama sebelum panitia memutuskan nama-nama yang berhak melaju ke fase selanjutnya.
Persiapan Uji Publik Calon Anggota
Di samping meneliti tanggapan publik, panitia menyiapkan pelaksanaan uji publik yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 3 November 2026 di Perpustakaan Nasional. Persiapan tersebut mencakup pengecekan lokasi, penentuan jadwal presentasi bagi setiap peserta, serta pengiriman undangan kepada para kandidat, panelis, serta moderator.
Bahrul mengemukakan bahwa uji publik diadakan guna mewujudkan prinsip keterbukaan serta pelibatan masyarakat dalam rangkaian seleksi. Agenda ini dirancang secara hibrida agar masyarakat dapat mengikuti jalannya kegiatan baik secara langsung maupun melalui jaringan internet.
“Kami berharap para pemerhati disabilitas dan aktivis inklusi disabilitas dapat hadir dalam uji publik,” tutur Bahrul.
Para peserta seleksi diminta agar mempersiapkan diri secara optimal dalam memaparkan gagasan serta menjawab berbagai pertanyaan, termasuk pertanyaan spontan yang datang dari audiens. Sesi tanya jawab dalam forum tersebut akan diisi oleh audiens dan panelis, sementara pihak pansel berperan mengawasi jalannya acara tanpa memberikan pertanyaan kepada kandidat.
Rangkaian seleksi selanjutnya akan berlanjut ke tahap tes psikologi setelah uji publik rampung dilaksanakan. Bahrul menuturkan bahwa panitia saat ini sedang mematangkan persiapan tahapan tes psikologi tersebut bersama para ahli psikologi.
Sumber: Berita - Detikcom








