Komisi Nasional Pengendali Narkotika Tiongkok (NNCC) memberikan apresiasi kepada Tim Gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai atas keberhasilan membongkar laboratorium rahasia atau clandestine lab berisi 1,2 ton sabu di Aceh. Operasi gabungan ini dinilai sebagai penanganan kasus narkotika terbesar yang pernah dilakukan pihak China bersama negara lain.
Pertemuan Bilateral dan Pengungkapan Kasus
Pernyataan apresiasi tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal NNCC, Lan Weihong, seusai melakukan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Pertemuan kedua pihak tersebut membahas penguatan kerja sama untuk membongkar sindikat laboratorium narkotika yang beroperasi di wilayah Pidie, Aceh.
Seperti dilaporkan detikcom, Lan Weihong menyebutkan bahwa pengungkapan ini merupakan kasus penyelundupan narkotika terbesar yang ditangani pihak Tiongkok bersama negara lain dengan jumlah tersangka tertangkap terbanyak serta pemutusan jaringan kejahatan yang paling utuh. Operasi bersama ini berawal dari penelusuran sindikat narkotika cair di kawasan Asia Tenggara yang telah berjalan selama satu tahun.
Pada bulan Oktober 2025, aparat pengendalian narkotika di Tiongkok mendapati petunjuk penting mengenai kelompok kejahatan yang berkaitan dengan penyelundupan narkotika cair di kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos. Penyelidikan intensif selama setahun menunjukkan kelompok tersebut sudah beberapa kali mengirimkan narkotika cair ke Indonesia.
Koordinasi Intelijen dan Penangkapan Tersangka
Informasi intelijen tersebut kemudian disampaikan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) pada bulan September lalu, yang disusul kesepakatan kerja sama pemberantasan kejahatan narkotika lintas negara. Berdasarkan sinergi antara Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, aparat gabungan membongkar laboratorium rahasia narkotika di Pidie, Aceh, pada Rabu (21/10/2026).
Dari penggerebekan tersebut, tim gabungan di Indonesia mengamankan sepuluh orang tersangka, sementara pihak otoritas China menangkap tujuh orang lainnya di Tiongkok. Lan Weihong menegaskan bahwa serangkaian operasi terkoordinasi ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam memberantas peredaran gelap narkotika di kawasan regional.
Lan Weihong menekankan bahwa mekanisme komunikasi bilateral, khususnya pertukaran informasi intelijen dan pelaksanaan operasi bersama, terbukti mampu memutus jaringan penyelundupan narkotika antarnegara secara nyata. Kerja sama penegakan hukum antara Tiongkok dan Indonesia dipastikan tidak berhenti pada pengungkapan laboratorium sabu di Aceh ini guna menjaga keamanan publik serta meningkatkan kapasitas pengendalian narkotika di Asia Tenggara.
Sumber: Berita - Detikcom








