Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung pembangunan tanggul pantai atau hybrid seawall di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Selasa (27/10). Proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah 2026 senilai Rp10 miliar ini bertujuan menanggulangi banjir rob dan abrasi, sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat pesisir serta pengelolaan tambak.
Detail Progres dan Target Pembangunan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memaparkan bahwa proyek tanggul pantai ini menargetkan penanganan sepanjang 930 meter. Panjang tersebut mencakup bangunan utama sepanjang 720 meter serta struktur pemecah gelombang atau groin sepanjang 210 meter.
Pelaksanaan proyek dibagi menjadi dua paket pengerjaan, dengan masing-masing paket meliputi 362 meter bangunan utama dan 105 meter groin. Seluruh konstruksi ini memanfaatkan total 8.500 buah buis beton.
Berdasarkan laporan per 25 Oktober 2026, realisasi Paket I telah mencatatkan progres sebesar 56,212 persen, sementara Paket II mencapai 65,822 persen. Pekerjaan konstruksi ini dijadwalkan berlangsung selama 175 hari terhitung sejak 5 Juni hingga 26 November 2026.
Dampak bagi Warga dan Program Pendukung
Taj Yasin menyatakan, infrastruktur tersebut harus menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang selama bertahun-tahun merugi akibat rob dan sedimentasi yang menghambat aktivitas ekonomi serta budidaya perikanan tambak. Ia juga menyambut baik antusiasme warga dan menekankan bahwa proyek ini dirancang memadukan struktur beton dengan pertumbuhan mangrove sebagai pelindung alami.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan program Mageri Segoro. Sepanjang 2025, program itu mencatat penanaman sekitar 2,34 juta bibit mangrove pada lahan seluas 257 hektare di kawasan pesisir Jawa Tengah.
Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, mengungkapkan apresiasi dan optimismenya terhadap proyek penanganan abrasi ini. Ia menilai manfaat perlindungan pantai sudah mulai dirasakan warga dalam menciptakan kawasan hunian yang lebih aman.
Supriyanto berharap jangkauan pembangunan dapat diperluas karena tahap pertama baru mencakup sekitar 900 meter, sementara wilayah ke arah timur masih memerlukan penanganan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer agar perlindungan antardesa dapat terhubung secara optimal.








