Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa penyemprotan pestisida dalam proses produksi ikan konsumsi dapat menimbulkan efek berbahaya bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Pernyataan tersebut disampaikan BPOM menanggapi video viral yang memperlihatkan seseorang menyemprotkan pestisida ke arah ikan yang sedang dikeringkan.
Bahaya Kandungan Kimia Pestisida
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa kandungan kimia dalam pestisida sangat berbahaya dan tidak akan hilang meskipun digunakan untuk mengusir serangga saat penjemuran. Hal tersebut disampaikannya di Jakarta pada Selasa (27/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia.
“Karena kita tahu kandungannya itu kan banyak kimia-kimia yang berbahaya dan itu tidak hilang. Pada saat disemprot memang lalatnya terbang, tetapi setelah itu nanti ikan dimakan oleh rakyat kita, konsumen ini berbahaya,” ujar Taruna Ikrar.
Pihaknya menduga para pelaku usaha atau nelayan yang melakukan tindakan tersebut belum memahami risiko penggunaan pestisida sebagai bahan pengusir lalat pada makanan.
Langkah Pencegahan dan Sanksi BPOM
Menindaklanjuti temuan tersebut, Taruna memastikan pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk mencegah peredaran ikan konsumsi yang terkontaminasi bahan kimia berbahaya tersebut. BPOM juga telah menginstruksikan seluruh balai POM di daerah agar memberikan edukasi kepada masyarakat luas agar tidak mengulangi praktik serupa.
“Yang kedua, kami berharap supaya itu jangan diedarkan karena itu berbahaya. Kami punya hak untuk menyita barang-barang UMKM ini, pelakunya,” kata Taruna Ikrar.
Lebih lanjut, ia menilai peristiwa ini menunjukkan urgensi pelaksanaan Training of Trainers (ToT) guna menjaga keamanan pangan demi mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Menurutnya, BPOM memegang prinsip dasar bahwa suatu produk tidak bisa dikategorikan sebagai pangan jika tidak memenuhi standar keamanan.
Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan seorang pria menyemprotkan cairan pestisida ke tumpukan ikan yang sedang dijemur di kawasan pesisir sempat beredar luas di media sosial. Video tersebut diiringi narasi mengenai pedagang ikan asin yang menyemprotkan pestisida pada ikan jemuran, sementara lokasi pasti peristiwa tersebut belum diketahui.








